#MEMESONAITU... YANG BERANI MERAIH MIMPINYA

Setiap orang pasti punya mimpi, pun dengan saya. Mimpi saya banyak yang selalu saya tulis di buku (bukan) diary saya. 
Dulu sih waktu kuliah, kalau ikut seminar-seminar penuh motivasi itu, selalu disarankan untuk menulis mimpi-mimpi alias cita-cita kita agar kita bisa mulai surprise checklist, apa saja yang sudah tercapai.
Yang jelas dari mimpi-mimpi itu, ada yang sudah ter-checklist sempurna dan ada yang checklist­-nya baru separuh hehe. Terutama soal bekerja. Maklum saya yang benar-benar merantau sendiri ke kota besar ini sama sekali tidak punya link (atau bahasa kerennya orang dalem lah ya) untuk bantuin dapet kerja setelah lulus kuliah. Tentu saja segala cara saya lakukan asalkan halal hahahasikan~

MIMPI #1 : TERJUN KE DUNIA BROADCASTING
Dulu waktu masih SD, saya selalu suka melihat reporter tampil di stasiun TV, melaporkan berbagai macam kejadian di lapangan. Saya berandai-andai, jika saya yang ada di layar kaca tersebut, melaporkan kepada pemirsa seperti apa ya? Apalagi sewaktu SD, saya sering sekali ditunjuk mewakili sekolah di berbagai lomba, ya ibaratnya udah ga malu lah ya ngomong depan banyak orang.
Saat SMP-SMA, cita-cita menjadi jurnalis itu seolah menguap begitu saja. Namun angan ini kembali lagi saat saya kuliah dan mulai merantau ke Bogor. Jurusan kuliah saya yang kurang familiar didengar orang membuat saya memutar otak, bagaimana caranya saya harus bisa kerja di media. Karena di IPB ada sistem mayor minor, saya memanfaatkan hal tersebut dengan mengambil minor Ilmu Komunikasi. Belajar berbagai macam cabang ilmu komunikasi, termasuk membuat program di radio, wawancara narsum, sampai bikin iklan.
Tapi saya rasa, 5 mata kuliah kurang cukup untuk bisa masuk ke dunia broadcast. Di saat teman-teman saya sibuk mengolah hasil penelitian mereka untuk skripsi, saya memilih untuk apply magang di beberapa stasiun televisi (padahal di jurusan saya nggak wajib magang semester akhir haha). Alhamdulillah satu lamaran nyangkut di tvOne, sebagai staf Litbang Redaksi.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nova Zakiya (@novazakiya) pada

Selama 3 bulan, saya belajar banyak di divisi tersebut, mulai dari seperti apa sih pola kerja di TV, bagaimana meriset agar data yang dibutuhkan tercukupi, menghitung rating dan share, dan berbagai hal yang biasa dilakukan di tim riset konten. Beruntung pula, user saya pas magang asyik dan nggak pelit ilmu (salim sungkem sama Mba Mayya, Mas Arief, Mas Febri).
Berbekal inilah setelah lulus, saya mencoba peruntungan mendaftar ke berbagai stasiun TV di Jakarta. Tapi jalannya nggak selalu mulus. Saat saya mendapat panggilan tes dari tempat magang saya dulu, ayah saya tidak mengizinkan saya berangkat ke Jakarta. Yap, ayah saya tidak merestui saya bekerja sebagai jurnalis karena dianggap sebagai pekerjaan yang berbahaya bagi wanita. Alhasil saya didiemin selama satu minggu di rumah. And it was hurt :(
Ayah saya punya satu syarat, kalau mau bekerja di media boleh asalkan bukan jadi reporter. Pilihan pun semakin sedikit. Tapi mungkin karena restu orang tua, saya akhirnya bisa bekerja di sebuah TV swasta di Jakarta sebagai staf riset (awalnya saya kira serupa dengan saat saya magang dulu rupanya hmmm...) tidak jauh setelah saya wisuda.
Dua setengah tahun lebih saya bekerja sebagai tim riset (yang kadang diperbantukan mengerjakan yang lebih), tiba-tiba saya mendapat tawaran untuk turun ke lapangan, mencari berita langsung dari sumbernya sebagai reporter. Tawaran itu konon katanya datang setelah melihat hasil kerja saya yang dibilang sayang kalau hanya di dalam kantor saja. Sebenarnya agak traumatis takut didiemin lagi sama orangtua, namun ternyata mereka justru merestui sekarang dan sering nanya kapan saya oncam huff.
My very first live report huff
Memang belum sempurna tercapai, tapi seenggaknya saya akan mencoba dan terus belajar supaya bisa sampai di tujuan cihuy~

MIMPI #2 : MENJADI WIRAUSAHA PUNYA BISNIS WEDDING PLANNER
Pas ngampus, saya join di UKM musik di kampus sebagai event organizer. Memang sebelumnya saya sering ikut kepanitiaan lain pas di sekolah, makanya pas UKM bernama MAX!! ini menggelar open recruitment, saya daftar. Niatnya sih sebenernya buat batu loncatan ke UKM lain yang belum dibuka waktu itu, tapi ternyata saya justru suka dan nyaman di UKM ini.
MAX!! sebenernya UKM musik, dan tim EO nya lah yang menggelar acara musiknya. Memang awalnya agak bosen, tapi ternyata orang-orang di UKM ini justru yang merangkul saya dan melatih saya agar tahan banting selama 4 tahun di bangku perkuliahan haha.
Di tahun terakhir, saya dateng ke nikahannya salah satu GM MAX!! terdahulu dan merasa takjub saat melihat tim wedding organizer-nya. Saya dan Memeh, temen segeng di MAX!!, memang pengen punya WO. Terus diiyakan juga sama Iam dan Bari juga Khalid, Herna dan Dil sehingga terciptalah apa yang dinamakan MAXIS ORGANIZER.
Namanya diambil karena kita sama-sama dari UKM MAX!! IPB, pun tagline-nya “we do as a max is” juga melambangkan bahwa kita akan bersungguh-sungguh kerjanya seperti kita dulu diajarin di MAX!! (cieeee~).

Cukup lama bahas akhirnya kita eksekusi di event pertama, acara nikahan Epin Bagas di Bea Cukai. Senangnya luar biasa. Dari situ mulailah word of mouth dan datanglah job nikahan lainnya nggak hanya di Jakarta, tetapi juga di Depok dan Bogor.
Nggak cuma WO hari H, tapi kita juga sempet dapet job buat wedding planner. Bener-bener ngonsepin nikahan dari awal, hubungin vendor, dealing, sampai akhir saat hari H. Memang belum sempurna, tapi saya bisa ambil banyak pelajaran dari setiap event, mana yang harus diperbaiki, mana yang harus di-upgrade, dan mana yang harus dipertahankan. Sebagian besar event nikahan, saya jadi project manager-nya :’)
Dan sekarang MAXIS nggak hanya ngurus momen nikahan lho, tapi bisa juga acara lain seperti reuni ataupun gathering. Doakan lancar ya! :3
JADI #MEMESONAITU...  
adalah mereka yang berani berusaha dalam meraih mimpi-mimpinya. Saya bukannya mau menonjolkan cerita saya, hanya saja saya yakin, pasti ada jalan bagi kita, mereka yang mau berusaha meraih mimpinya. Tidak semuanya langsung memang, butuh waktu bertahun-tahun untuk dapat mencapainya.
Yap. #MemesonaItu memang bukan hanya kecantikan fisik semata, kulit putih, wajah cantik, tinggi semampai, badan kurus. Tetapi juga mereka yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain, syukur bisa menginspirasi. Dan yang pasti, tetaplah menjadi diri sendiri ya!
Kalau ditanya siapa inspirasi saya untuk mantap menjadi jurnalis itu Marissa Anita, sementara kalau di bidang wedding organizer/planner, saya begitu mengidolakan istrinya Rizky Hanggono, Roro Maheswari Yekti, pemilik Adhyakti Wedding, juga sangat mengidolakan Bantu Manten Group. Saya sih pengen suatu saat nanti WO saya bisa jadi seperti mereka. Pasti bisa. 
Well, ini arti #MemesonaItu menurut saya, kalau kamu seperti apa? Ceritakan di kolom komentar ya :)
#MemesonaItu

XOXO!
Za

[REVIEW FILM] : POWER RANGERS

Salah satu idola generasi 90-an adalah sekumpulan pahlawan pembela kebenaran bernama Power Rangers. Ya nggak sih? Kalau saya sih iya haha. Dulu setiap hari Minggu (kalau nggak salah inget sih jam 10 pagi), pasti nongkrongin depan TV nggak boleh ada yang ganggu atau ganti channel karena itu jamnya Power Rangers main. Bahkan ibu saya sampai geleng-geleng liat kelakuan anaknya yang sampai udah kuliah masih aja nonton Power Rangers, Ultraman, Doraemon, Shincan, Scooby Doo dan berbagai jenis tayangan favorit di hari libur pokoknya.
Source : Power Rangers Wikia
Makanya pas Yana, temen sekantor saya, ngajak nonton, saya langsung mengiyakan untuk film Power Ranger ini (pilihan lainnya nonton Life saya nggak terlalu tertarik haha). Ya kan kapan lagi bisa nostalgia film-film masa kecil gini :3

Sinopsis
Source : Pinterest (ebay)
Jenis film: Action, Adventure, Sci-Fi
Produser : Halim Saban
Sutradara : Dean Israelite
Penulis : John Gatins, Matt Sazama, Burk Sharpless, Zack Stentz
Produksi : Entertainment One
Durasi : 123 menit
Kategori : R 13+

Film yang menjadi seri pertama Power Rangers di abad ke-21 ini akan menampilkan beberapa tokoh utama dari seri Mighty Morphin Power Rangers yang akan diperankan oleh aktor terbaru.
Berkisah mengenai lima remaja yang dipersatukan oleh sebuah insiden yang melanda sebuah kota kecil bernama Angel Grove. Dengan menyatukan kemampuan unik mereka, kelima remaja tersebut bersatu sebagai Power Ranger untuk menghentikan alien dalam misi menghancurkan bumi.

Review *Spoiler Alert*
Film ini dibuka dengan adegan Zordon, si empu-nya Power Ranger, yang tidak berhasil melawan Rita Repulsa, si Ranger Hijau yang dulunya temen setim Zordon (Ranger Merah), yang akhirnya mati bersama (elah kebanyakan kata yang). Lalu masuklah cerita ke masa kini dimana mulai ada cerita drama anak sekolah, hingga akhirnya berteman, dan akhirnya bersama sama menemukan koin Ranger dan jadilah Power Ranger.
Source : Pinterest Filmbook
Film ini memang menyajikan lengkap cerita bagaimana si Dacre Montgomery (Jason – Ranger Merah), Becky G (Trini – Ranger Kuning), RJ Cyler (Billy – Ranger Biru), Naomi Scott (Kimberly – Ranger Pink), dan Ludi Lin (Zack – Ranger Hitam) bertransformasi menjadi pahlawan super yang diselingi dengan berbagai macam drama khas anak sekolah. Juga kebangkitan Rita Repulsa dan Goldar yang ingin menguasai dunia dengan mencari Kristal Zeo. Tapi kalau pendapat pribadi saya, ceritanya agak bertele-tele, lebih banyak dramanya dan kurang nostalgic.
Ya memang sih jauh beda dengan series durasi 30 menit yang biasanya langsung ketemu musuh, berantem terus menang. Di film ini, kita dikenalkan dengan karakter masing-masing, termasuk dengan keluarganya. Jarak antara mereka terpilih dan berubah jadi Power Ranger itu cukup lama lho, ya kira-kira 30 menit sebelum film berakhir. Bahkan nggak ada kata-kata it’s morphin time L (ya mungkin karena baru pertama kali berhasil berubah langsung tarung kali ya).
Hawa-hawa 90-an itu justru berasa di menit ke 100, saat jingle “Go Go Power Rangers” berkumandang. Ya tapi cuma sebentar sih.
Tapi saya akui, si Megazord-nya ini keren banget! Ya walaupun nggak dilihatin sih pas menyatunya gimana hmmm.
Source : Pinterest (MovieWeb)
Oh ya, bicara soal berantemnya juga agak agak gimana gitu. Udah kerja keras nih si lima power rangers ini berantem lawan Rita Repulsa sama Goldar, eh kalahnya cuma begitu doang. Asa kurang greget sih berantemnya apalagi ending-nya.
I like Zack by the way haha Source : Pinterest (superherohype.com)
Hmmm daritadi berasa ngomonginnya negatifnya mulu ya? Sebenarnya film ini ada sisi bagusnya juga kok. Seperti kejutan kejutan di dalamnya, taruhlah soal pemain. Sadar nggak sih, kalau disini, cast-nya pada di-switch gitu. Biasanya Ranger Hitam itu ya berasal dari kulit hitam, terus Ranger Biru kulit putih dan Ranger Kuning itu biasanya chinese. Tapi disini, justru sebaliknya, perhatiin deh. Terus ada tokoh-tokoh lama juga yang jadi cameo lho :3
White Caramel Almond yang begitu menggodaaaa :3
Dan juga nonton ini jadi laper pengen makan Krispy Kreme hahaha (yang udah nonton pasti paham). Langsung kebayang enaknya White Caramel Almond-nya KK rasanya, apalagi sebelum nonton cuma makan apel doang haha. Product Placement-nya emang yahud deh :3

Rate
Kalau maksimal angka di 10, saya kasih nilai film ini 7. Kenapa? Memang sih sebagai film yang di-remake dari serial tv favorit anak zaman dulu, cukup memuaskan tapi agak kurang. Eh gimana sih haha. Intinya, film ini nggak jelek, tapi nggak bisa dibilang bagus juga karena nostalgianya terasa setengah-setengah.
Dan juga film ini akhirnya menyadarkan kita bahwa Power Ranger bukan lagi untuk anak-anak layaknya seial di TV. Bahkan isu LGBT yang berhembus di film sebelah, justru lebih berasa di film ini sih kata saya (meski nggak terlihat dari adegannya, tapi ada dialog yang mengakui hal itu).
Saran saya, jangan beranjak sebelum filmnya benar benar habis. Karena ada kejutan dan sedikit clue untuk sekuel si Power Rangers Movie ini lho.
Nah buat yang belum nonton, buruan deh nonton ke bioskop sebelum filmnya turun layar. Tapi liat trailer-nya dulu kali yaaa. Selamat menonton!

XOXO!
Za

Wisata Jakarta ala Mpok Siti

Meski menjadi primadona untuk mencari kerja, namun Jakarta kerap kali (justru) ditinggalkan saat hari libur. Mengapa? Karena sebagian orang (mungkin termasuk saya), menganggap Jakarta tidak dapat memberikan ‘udara segar’. Apalagi kalau tinggalnya di pusat ibu kota yang justru lebih banyak gedung bertingkat ketimbang pepohonan yang asri (curhat lagi).
Tapi kadang badan nggak mau kompromi dengan alasan ‘capek kerja’. Seperti saya yang kalau libur pasti menghabiskan waktu untuk membayar ‘hutang tidur’ seharian. Tapi lama-lama bosan cuma di kosan, apalagi kalau liburnya 2 hari. Tapi mau ke Bogor atau ke tempat lain kalau misal cuma sisa sehari malah capek. Hahaha karena memang hidup itu banyak ‘tapi’-nya sih.
Akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan naik bus tingkat keliling Jakarta di hari libur yang kedua. Sebenernya saya sudah lama penasaran dengan bus wisata Jakarta ini skemanya dan rutenya akan seperti apa. Pernah waktu itu pas lagi nunggu jemputan, bus ini lewat sampe 12 kali, kan jadi makin penasaran.
Jadilah di hari Minggu, saya mengajak dua teman saya, Retna dan Dian untuk bergabung, biar nggak naik bus sendirian banget gitu hehe. Kalau kata Retna, “dasar orang desa nggak pernah liat kota,”, tapi bacanya dengan nada bercanda yah aha.

Bus Tingkat Jakarta Punya
Source: Area Jakarta
Nah, si bus tingkat ini punya nama, yaitu City Tour atau biasa dipanggil Mpok Siti. Modelnya sama, bus dua tingkat dengan layar di depan sebagai identitas bus. Ada 18 bus tingkat yang dikelola oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dan kita bisa naik secara cuma-cuma alias gratis.
Bus ini sudah dioperasikan di Jakarta sejak Februari 2014 dengan tampilan yang oke punya. Dulu sih bus serupa sudah pernah ada, namun fungsinya sebagai angkutan umum, bukan bus khusus wisata.

Rute Bus City Tour
Kenapa bus ini disebut bus wisata? Karena si Mpok Siti ini membawa para penumpangnya melewati tempat-tempat yang menjadi ikon atau landmark kota Jakarta. Nah, bus ini sendiri memiliki 3 rute dengan waktu operasional yang berbeda-beda.
Rute 1 memiliki judul “Sejarah Jakarta” dengan waktu operasional Senin hingga Sabtu dari jam 9 pagi sampai 5 sore dan di hari Minggu pukul 12 siang hingga 8 malam. Sudah pasti, rute ini membawa kita melewati tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah di Jakarta, seperti Museum Nasional, Gedung Arsip dan Museum Bank Indonesia.
Nah buat kalian yang hobi kuliner, cocoknya naik Rute 2 yang berjudul “Kesenian dan Makanan”. Bus rute ini hanya beroperasi di hari Minggu pukul 5 sore hingga 11 malam. Daaaan dia berhenti di Pecenongan which is tempat itu menyediakan banyak kuliner yang memanjakan lidah. Sayangnya kalau menurut saya, jamnya terlalu malam (ya tapi emang kuliner enak biasanya keluarnya malam malam sih) 
Dan di Rute ke-3 ada “Jakarta Baru” yang waktu operasionalnya mirip dengan rute 1. Sebenarnya ketiga rute ini memiliki irisan tempat yang dilalui alias nih bus pasti lewat rute yang sama. Jadi sebelum naik, pastikan kalian melihat tanda pengenalnya di atas bus ya.

Cara Naiknya Gimana?
Untuk dapat naik bus ini, kalian harus menunggu di halte-halte yang bertanda khusus. Seperti misalnya di Halte Museum Nasional, tempat saya menunggu ini. Memang agak lama menunggunya.
Saran saya naiklah di tempat yang sepi, dalam artian bukan dari halte tempat wisata kalau ingin mendapatkan posisi terbaik.
Karena selama saya menunggu di halte Museum Nasional, itu lumayan rame. Jeda kedatangan busnya bisa me-restock jumlah orang yang akan naik bus (yang baru keluar dari museum). Dan kita harus jeli untuk melihat nama busnya, kecuali kalau kalian memang ingin naik yang mana saja ya. Kebetulan saya dan teman saya ini lebih penasaran dengan Rute Sejarah Jakarta, sementara yang lewat terus adalah Rute Jakarta Baru, jadi ya agak nunggu lama.
Begitu busnya datang, kita disambut oleh sang kondektur dan dibagikan tiket kertas bertuliskan gratis. Saya masih kurang paham sih kalau gratis kenapa harus dibagi tiket, mungkin sebagai data penumpang per harinya berapa kali ya. Tapi sayang nggak sih sama kertasnya (yang nanti dibuang)? Mungkin datanya bisa pake tally counter? Karena dibagi tiket pun kita masuknya harus antre satu per satu. Hmmm mungkin bisa kali ya.

Tempat Duduk Terfavorit
Sudah pasti di lantai 2 paling depan! Dari situ kita bisa melihat pemandangan kota Jakarta paling clear dan suasananya tentu berbeda dengan kita duduk di bangku depan bus pada umumnya. 
Bahkan saya dan kawan-kawan tercinta saya ini rela menunggu cukup lama demi dapat duduk di bangku depan lantai 2 bus City Tour.
Oh ya, ketika kita sudah berada di dalam bus, kita tidak diperkenankan untuk berdiri. Harus duduk. Kalau belum duduk semua penumpangnya, busnya nggak mau jalan dan kondekturnya pun tegas memberi tahu lho. Salut deh!

Akhir Perjalanan
Ternyata saya agak sedikit miskomunikasi dengan rute, termasuk halte nanti tempat kita turun. Di pikiran saya, karena saya naik di Halte Nasional, saya bisa turun di halte itu lagi. Memang bisa sih, hanya saja kita harus tetap turun di halte terakhir Museum Bank Indonesia lalu ikut mengantre lagi di halte BNI 46.
Yup, semua penumpang harus turun SEMUA di halte Museum Bank Indonesia. Saya sempat melobi karena nantinya saya akan ikut arus balik dan rasanya ‘kentang’ kalau cuma naik di arah berangkat alias hanya satu jalur yang dilewati. Namun sang kondektur melarang dan tetap harus turun tanpa alasan. Ia mengatakan, kalau mau ikut arus sebaliknya, ya tetap harus naik dari Halte BNI 46. Huh!
Akhirnya untuk meredakan kekesalan akibat ‘dicampakkan’ (haha), kami membeli es potong yippie!
video
Kekesalan saya karena ‘dicampakkan’ tadi akhirnya terjawab dan merasa ‘oh ya juga ya, biar adil memang harus turun semua’. Karena begitu kami tiba di halte BNI 46, antreannya amat panjang pemirsa! Ya wajar sih kalau abangnya nyuruh kita turun semua. Masa mau ongkang ongkang kaki di bus terus, sementara disini yang nunggu udah banyak? Kalo gitu yang ada orang nggak mau turun di halte terakhir ini sih jadi yang di halte BNI 46 akan nunggu lama. Kasian. Maafin saya abang kondektur :(
Namun kami memilih untuk tidak ikut antre naik mpok siti ini lagi karena panjangnya bikin kita makin laper. Jadi kami memilih naik moda transportasi commuter line untuk akhirnya makan di Grand Indonesia (mall lagi mall lagi huff).
Oh ya, di satu artikel yang sempat saya baca sebelum memutuskan naik Mpok Siti ini, disebutkan bahwa bus ini dilengkapi audio yang menjelaskan latar belakang dari lokasi-lokasi yang disinggahi juga bus attendant (on board) yang dapat memberikan penjelasan mengenai ikon-ikon kota Jakarta yang dilewati. Tapi saya sama sekali nggak mendapatkan fasilitas ini. Tidak ada penjelasan tentang lokasi atau ikon yang disinggahi, jadi ya berasanya kaya naik TransJakarta biasa aja. Padahal kalau dilengkapi tentu akan lebih menarik karena kita bisa lebih tahu soal Jakarta. Toh tujuan orang wisata selain untuk refreshing juga ingin tahu cerita tentang tempat yang dikunjungi juga kan? Apalagi Jakarta yang notabene sebagai ibu kota pasti menyimpan beragam cerita sejarah.
But overall, wisata pake Mpok Siti ini cukup seru dan menyenangkan. Benar-benar berguna buat kita yang sok sibuk nggak bisa keluar kota even itu hanya ke Bogor atau Bandung untuk sejenak refreshing. Tentunya ditemani teman-teman yang asyik pula haha. Tapi jangan ikuti kita ya yang ujung-ujungnya mall lagi mall lagi haha. Banyak lokasi wisata yang dilewati, salah satunya di kawasan Kota Tua yang banyak bangunan bersejarahnya hihi.
video
Well, selamat mencoba dan sampai jumpa di cerita jalan-jalan berikutnya ya!

XOXO!
Za

PS.
Seperti biasa, hampir semua foto diambil pake Sony Xperia C5 Ultra Dual, termasuk video timelapse ini juga pake hapeku tercinta lho~

Stress Healing ala Langit Musik

Setelah resmi 4 bulan menjadi jurnalis seutuhnya (2 tahun sebelumnya jadi jurnalis 'kentang'), saya mulai akrab dengan yang namanya ketidakpastian, terutama soal waktu. Kapan plotingan keluar, kapan narasumber respon sms atau telepon buat wawancara, kapan sidang selesai, dan masih banyak lagi pertanyaan kapan dengan jawaban yang nggak pasti. 
Satu ketidakpastian itu juga bernama 'kapan live report?' karena bisa jadi di plotingan malemnya cuma liputan biasa, pas hari H tau-tau disuruh live. Deg-deg-an? Nggak usah ditanya, jawabannya pasti IYA BANGET. Secara selama ini cuma bikin LOT (live on tape) dan itu pun belum bisa one take OK. Itu udah beberapa bulan yang lalu. Dan tau-tau Rabu (8/3) kemarin, suruh live report dari banjir di kawasan Kebon Pala, Jakarta Timur. It was my very first time. Aaaaaak blank!

Stress Healing Ampuh : MUSIK!
menuju tempat liputan, earphone jangan sampai ketinggalan say! 
Salah satu stress healing method saya dari dulu itu ya dengerin musik favorit. Jadi sepanjang perjalanan dari kantor ke lokasi, kuping disumbat earphone sambil bikin catatan-catatan kecil. Metode ini ampuh buat saya karena sedikit ‘ngademin’ hati dan otak supaya rileks (selain makan es krim tentunya haha).
Dan sebagai mantan anak UKM Musik pas jaman kuliah dulu, saya tahu gimana ‘asyiknya’ bikin musik jadi asa yang nggak tega kalau mau download musik sembarangan. Memang sih banyak situs-situs yang bisa download lagu secara gratis, but you know, itu ilegal dan nggak menghargai hak cipta para musisi. Jangan begitu ya!

Jadi dengerin lagu pake apa? Dengan segala kecanggihan teknologi yang ada saat ini, saya sih lebih suka streaming pake aplikasi Langit Musik. Pertama, sudah pasti sudah ada license-nya jadi legal dan anti-pembajakan pastinya (psst… langit musik ini sudah dilengkapi dengan sistem Digital Rights Management lho jadi semua label dan musisi pasti aman dari pembajakan ayey!).
Kedua, stoknya lumayan lengkap tanpa harus menuhin memori karena download lagu. Ada lebih dari 3 juta lagu, baik dari musisi lokal maupun internasional yang ada di katalog Langit Musik lho!

Sekilas Tentang Langit Musik
Aplikasi Langit Musik ini seolah menjadi jawaban bagi para penikmat musik atas perkembangan teknologi saat ini. Dengan slogan “Musiknya Hidup Kamu”, aplikasi ini bener-bener bisa nemenin kalian dalam kondisi mood apapun. Mau sedih, seneng, patah hati, semangat, dan sebagainya, ada lagu yang cocok didengerin yang disediain sama Langit Musik. Karena dia punya fitur playlist yang memudahkan kita buat dengerin lagu yang cocok sama suasana hati kita saat itu. Ya kan pasti kan suka baper kan kalo denger lagu yang cocok sama suasana hati? :’)
Nih kamu bisa milih playlist sesuai dengan mood kamu saat itu lho

Oh ya, playlist ini nggak melulu soal mood lho, tapi juga bisa berdasarkan genre musik atau tema-tema yang lagi happening. Dan yang lebih menyenangkannya lagi, kita juga bisa bikin playlist kita sendiri! Ya kan namanya selera orang beda-beda kan :3

Asik! Bisa dengerin lagu sambil nyanyi dong~

Dan yang lebih serunya lagi, kita nggak perlu capek-capek googling lirik lagu yang lagi kita putar, karena aplikasi ini dilengkapi fitur lirik. Jadi bisa langsung ikut nyanyi pas buka aplikasinya. Yoi kan!

Fitur Trending bikin kalian tahu apa aja sih lagu yang lagi happening saat ini

Nah kalau kalian lagi bosan sama playlist sendiri dan pengen cobain semacam nostalgia ala ala dengerin radio, Langit Musik bisa jadi jawabannya lho! Selain bisa tau lagu apa sih yang lagi tren saat ini di tempat tinggal kita, kita juga bisa dengerin ala radio pake fitur TagStation yang acak dan penuh kejutan~

Kejutan ala fitur TagStation

Playlist Favorit Penghilang Stress
Playlist penghilang stres ala Zakia :3
Banyak yang bilang lagu-lagu yang saya dengerin itu nggak sesuai sama yang orang banyak dengerin. Itu kata salah satu temen sekantor saya, pas lihat playlist saya mostly isi EDM atau Japanese Rock. Nah saya share beberapa band penghilang stress favorit saya ya!
1.       Rüfüs
Rüfüs ini alternative dance group dari Australia. Sebenernya saya suka lagu-lagu mereka setelah ‘teman’ saya merekomendasikan lagu berjudul You Were Right di suatu sore. Setelahnya saya langsung mendengarkan semua albumnya dan merasa nyaman kalo lagi dengerin ini. Favorit saya selain You Were Right, ada Imaginary Air, Until the Sun Needs to Rise, We Left, hmmm sepertinya saya bisa sebutin semuanya karena semuanya enak :D
2.       One OK Rock
Nah kalo ini band dari Jepang yang beraliran rock. Sebenarnya selain OOR ini, saya lebih suka dengan L’arc~en~ciel atau yang biasa dikenal dengan Laruku. Hanya saja, beberapa bulan belakang, saya memang lebih tertarik dengan OOR, apalagi album barunya baru banget dirilis Januari kemarin. Cuss dengerin, di Langit Musik ada kok. Lengkap!
3.       Flight Facilities
Sama sama berasal dari Australia, grup ini genrenya disco, house, indie pop, sama electronic. Hampir semua lagunya enak, terutama Two Bodies, Crave You, sama Down to Earth :3

Sebenernya selain 3 grup di atas, masih ada beberapa lagi yang saya masukkan dalam playlist saya sebagai stress healing hehe. Ada Lana Del Rey, Ta-Ku, Alina Baraz, The 1975, dan masih banyak lagi. Emmm nggak semuanya musisi luar kok, musisi dalam negeri juga saya suka seperti Banda Neira, Barasuara, Efek Rumah Kaca, Pandai Besi, Maliq & D'essentials, dll. Hehe.

Langit Musik Bisa Unduh Lagu?
Bisa! Tapi bukan unduh seperti layaknya kita mengunduh yang kesimpen di memori eksternal, tetapi bakal kesimpen di aplikasi Langit Musik. Nama fiturnya Listen Offline. Jadi kalau kamu lagi nggak connect dengan internet, kamu tetep bisa dengerin lagu favoritmu di aplikasi ini.

Syaratnya, kamu harus upgrade account menjadi Premium. Nggak mahal kok, sebulan hanya Rp 22 ribu dan Rp 6600 kalau kamu cuma pengen langganan 7 hari. Nggak perlu kartu kredit karena biaya ini akan dipotong dari pulsa nomor telkomsel yang kita daftarkan di awal masuk aplikasi Langit Musik. Mudah kan? :3

Saranku untuk Langit Musik
Overall, saya sih suka sama aplikasi ini. Selain user friendly, sepertinya berbagai keunggulan fitur yang saya suka sudah tertulis di atas. Hanya saja, sedikit saran untuk Langit Musik, mungkin koleksi lagunya bisa diperlengkap kali ya. Karena untuk beberapa artis yang saya suka, hanya ada album remix-nya saja, sementara album original-nya malah nggak ada. Tapi kutetap suka! Nggak kalah saing lah sama aplikasi streaming musik lainnya.
Nah kalau kalian gimana? Tertarik untuk download aplikasi ini? Atau bahkan sudah punya aplikasinya dan sudah punya playlist favorit juga? Well, selamat mendengarkan lagu favoritmu dengan Langit Musik ya!

Postingan blog ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Review Aplikasi Langit Musik kerjasama Langit Musik dan Warung Blogger

XOXO!
Za

Warna Warni di Taman Bunga Krisan Batang

Beberapa bulan terakhir, Alhamdulillah banget saya punya waktu lebih sering untuk pulang ke rumah. Dan di saat pulang itu, selalu saja ada tempat wisata baru yang harus banget didatangi saking hits-nya (anaknya nggak mau kalah hits soalnya). In my opinion, pariwisata di kota saya, Batang ini memang sedang gencar-gencarnya mendapat perhatian dari banyak orang, apalagi dengan adanya media sosial seperti Instagram yang promote­-nya oke banget. Padahal sebelumnya mungkin nggak banyak orang tau Batang itu dimana kalo nggak menyebut Pekalongan. 


Di zaman saya SMA, wisata paling banter cuma Kebun Teh Pagilaran (yang tiap tahun dipake kemah), Pantai Ngeboom, Ujung Negoro sama Sigandu. Itu juga nggak sebagus sekarang. Eh setelah ditinggal merantau, makin banyak aja wisata wisata lain yang mungkin orang nggak menyangka ‘loh ada tempat begini tho di Batang’. 

Nah, setelah kemarin kemarin saya sempat main ke Rumah Pohon Tombo, Sikembang Langit, Jembatan Buntu Subah, dan beberapa tempat lain, kali ini saya main ke Taman Bunga Krisan di komplek Agrowisata Kebun Teh Pagilaran. Seperti biasa, infonya dari partner travelling saya kalau pulang, Ayu dengan memamerkan foto foto yang ada di akun instagram-nya instabatang, explorebatang dan visitbatang.

How to go there…

Saya dan Ayu memutuskan untuk pergi ke taman bunga di hari Minggu pagi (padahal sorenya saya pulang ke Jakarta haha). Berangkat dari rumah sekitar pukul 10.15 WIB dengan patokan dari temannya Ayu, ini taman bunga dekat SD di Pagilaran (yes, Ayu juga belum pernah kemari haha). Kadang kalau lihat di info lokasi di Instagram, taman bunga ini tulisannya ada di Wonobodro. Makanya kalo pas lihat ada papan penunjuk belok ke Wonobodro suka bingung haha.

Oh ya, jalurnya bener bener ke jalur arah Agrowisata Kebun Teh Pagilaran ya. Jadi kalau di persimpangan Pondok Modern Tazakka Bandar, kita belok ke kiri (iya kalo lurus kita sampe ke Sikembang yang ada hehe). Udah tinggal ikutin jalan besarnya aja. Tapi harus tetap hati-hati ya, berhubung menuju dataran yang lebih tinggi, jalannya berkelok dan nanjak. Beberapa belokan ada yang curam jadi jangan lupa stand by klakson kalau mau belok di belokan-belokan itu dan jangan  ngelamun apalagi ngantuk.



Sebenarnya saya dan Ayu agak tebak tebak buah manggis saat kita tiba di pos masuk Pagilaran setelah sebelumnya ada SD dan disitu cukup ramai. Takutnya disitu tempatnya (ngga sampai masuk ke Pagilaran) karena patokannya hanya SD dekat Pagilaran. Cuma kepalang tanggung kalau nggak masuk dan ternyata tempat yang dituju ada di dalam. Jadilah kita bayar Rp 10 ribu per motor (itungannya dua orang masing-masing Rp 5 ribu) untuk masuk ke Pagilaran. Jangan lupa minta karcisnya ya!

Kita masih tertawa-tawa takut salah dan sudah pasrah kalau kalau nggak ketemu tempatnya yasudah kita main di kebun tehnya saja. Tapi saat melihat beberapa ibu-ibu di arah sebaliknya membawa bunga, kita yakin bahwa kita nggak salah jalan. Dan benar saja, di samping SD Negeri Keteleng 01, ramai pengunjung untuk ke Taman Bunga tersebut hehe. Bahkan sebelum sampai di SD, sudah ada semacam poster bertuliskan Green House KWT Sri Tani Lestari Pagilaran.

Jika ditotal, perjalanan saya dari rumah (dekat Alun-Alun Batang) hingga sampai di tempat ini sekitar 1,5 jam dengan kecepatan normal.

Tentang Tiket dan Biaya Masuk


Setelah tadi membayar masuk ke Pagilaran Rp 10 ribu/motor (untuk dua orang), ternyata saat sampai di taman bunga ini kita diharuskan membayar lagi. Pertama untuk parkir motor Rp 3 ribu dan masuk lokasi Rp 5 ribu untuk 2 orang. Hmmm…

Sebenarnya sebelum saya kemari, yang ada di bayangan saya taman bunga ini cukup luas seperti taman bunga begonia tapi versi simpelnya. Ternyata bentuknya hanya 2 buah green house yang tidak terlalu lebar (apalagi kalau pengunjungnya lagi ramai jadi terlihat sempit).

Saat kita akan masuk di rumah yang pertama, ada petugas yang menyobek tiket masuk kita. Katanya nanti separuhnya lagi dikasih ke petugas di rumah bawah. Tapi ternyata nggak diminta juga sih pas di rumah bawah. Hmmm beklah.

Kenapa harus main kemari?

Karena menurut saya ini tempat wisata yang nggak biasa di Batang (eh ya nggak sih? Haha) seperti curug ataupun pantai atau mungkin kebun teh. Di tempat ini, lebih banyak warna yang menyejukkan mata dari berbagai varian bunga krisan. Maka jangan heran kalo orang yang kesini pasti bawa kamera dan berebut untuk dapat spot foto paling bagus.

Oh ya menariknya lagi, bunga-bunga disini bisa kita beli lho! Tinggal kita pilih mau yang mana, terus bilang sama yang jaga deh. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Jadi kita bisa deh buat taman bunga krisan di rumah. Jangan lupa minta tips untuk merawatnya ya!

Dan bunga-bunga ini memang dipanen secara berkala (sekitar 13 mingguan). Jadi jangan heran kalau pas kalian kesana kok bunganya warnanya beda ya hehe.

Kalo laper, tinggal makan di warung atau kang gerobak yang ada di depan taman bunga. Ada siomay, bakso, jagung manis, dan sebagainya. Ya dingin-dingin enakan makan pop mie sih tapi hahaha.

Pesan dan Kesan

Senang! Mata berasa seger liat warna warni. Selain itu, yang lebih menyenangkannya lagi, nggak ada sampah berceceran karena pengelola menyediakan beberapa spot untuk membuat sampah. Cuma ya itu, karena pengunjungnya banyak sementara green house lebarnya tidak seberapa (hanya ada sekitar 4-5 lorong) jadi sesak dan nggak bisa foto bebas (tetep hahaha).

Mungkin kalau datangnya lebih pagi, akan lebih sepi (dan datanglah bukan di hari Sabtu atau Minggu, please). Dan sebaiknya kalau mau berkunjung kemari, datanglah sebelum jam 12 siang. Karena kawasan ini biasanya akan hujan di atas jam tersebut.

Oh ya, bonusnya main kemari, karena ada di kawasan kebun teh, bisa sekalian foto-foto deh di kebun teh Pagilarannya hehe.

Satu pesan lagi, foto boleh tapi jangan sampai merusak ya! Terlalu cantik bunganya untuk dirusak. Dan dari pihak pengelola, merusak berarti membeli guys!

Overall, saya sih nggak nyesel datang kemari. Lumayan lah liat yang indah-indah sebelum balik ke Jakarta cuma liat gedung-gedung hehe. Nanti saya cerita lagi kalau travelling di tempat wisata baru di Batang yaa atau mungkin merambah ke Kabupaten Pekalongan yang belum saya jamah.
Kalau kamu pernah main ke Batang dimana saja? Share ya di kolom komentar :D

XOXO!
Za