[BEAUTY]: Review L’oréal Paris UV Perfect Matte & Fresh Long UV SPF 50 / PA ++++

5:32 PM Nova Zakiya 2 Comments


sunscreen loreal
Drama pencarian sunscreen yang cocok dengan kulit wajah saya ternyata tak semudah menekan tombol ‘add to cart’ di situs Sociolla. Apalagi, saya bener-bener telat sadar kalau si sunscreen sejuta umat alias si Biore UV Aqua Rich Watery Essence itu bikin kulit saya breakout dan muncul jerawat. Kok bisa nggak sadar? Karena munculnya emang setidak disangka dan senyaman itu sebenernya.
Awalnya cuma muncul 3 jerawat kecil di pelipis yang saya kira jerawat siklus. Karena masih enak-enak aja pas pake, alias nggak ada rasa gatel atau apapun itu, jadi tetep dilanjut. Sampai akhirnya sadar, kok jerawatnya muncul terus muncul terus padahal nggak lagi dapet. Jadi dengan berat hati saya stop pemakaian si sunscreen sejuta umat ini. Huhu.  
Tapi sekarang, saya sudah nggak galau lagi karena berhasil menemukan sunscreen yang cocok (sejauh ini nggak ada komplen dari kulit wajah sih) yaitu si mini L’Oréal Paris UV Perfect Matte & Fresh Long UV SPF 50 / PA ++++ (panjang mon maap namanya haha).

Pertemuan dengan Si Mini L’oréal 

sunscreen loreal
November 2018 jadi bulan yang agak gencar promoin si L’oréal  ini karena baru banget masuk di Indonesia. Tiap buka Sociolla, adalah si sunscreen L’oréal  ini. Bukan Instagram, beberapa beauty influencer udah mulai promote ini. Secara anaknya suka penasaran kalau ada rame-rame begini, jadilah dibeli. Apalagi waktu itu di Sociolla lagi ada potongan harga buat si hijau ini.
Sebenernya bulan itu belum sadar kalau saya nggak cocok sama Biore, beli ya cuma dibeli aja dulu buat punya-punya plus lagi diskon juga kan. Rencananya malah si L’oréal  ini bakal dipake setelah biore abis paling ya pas awal awal tahun 2019. Eh nggak taunya, akhir November sadar nggak cocok biore jadi langsung dipakai lah di bulan Desember 2018.

Packaging

sunscreen loreal
Yang saya suka selain warna kemasannya hijau tosca muda adalah bentuk botolnya pipih kayak tube yang sama sekali nggak makan tempat baik di make up pouch ataupun di kantong celana. Setipis itu enak. Udah gitu, mulut botolnya tuh mengerucut jadi kalau isinya dikeluarin nggak akan mbleber gitu lho.

Tekstur

sunscreen L’oréal
Nah, begitu dikeluarkan isinya, sunscreen L’oréal  ini punya tekstur layaknya sunscreen pada umumnya yang krim kental tapi lebih ringan alias nggak pekat gitu. Warnanya broken white dan sama sekali nggak ada wewangiannya (selain wangi sunscreen pada umumnya aja). Kalau dibaur, lumayan cepat meresap dan nggak ninggalin rasa lengket atau berminyak yang berlebihan di wajah. Sejauh ini saya pakai enak-enak aja sih.

Klaim dari L’oréal 

sunscreen loreal
Sunscreen L’oréal ini mengklaim dirinya mampu memberikan perlindungan dan mencegah kerusakan yang disebabkan sinar UV karena punya kandungan mexoryl XL Filter dan Long UVA Filters. Selain itu, kedua kandungan ini konon bisa menghindari risiko penggelapan kulit, flek hitam, penuaan dini dan warna kulit tidak merata.
Kandungan lain yang ada di sunscreen ini adalah detoxyl yang mampu melindungi kulit dari partikel polusi hingga PM 2,5. Bye debu gitu kali ya.
Nah, satu lagi yang lumayan sering di-mention adalah sunscreen ini konon katanya jadi sunscreen pertama yang menghasilkan matte finished setelah pemakaian. Ini berkat kandungan 3 ekstrak tanaman astringent dan mattifying pure clays yang bisa mencegah dan mengurangi produksi minyak berlebih di kulit wajah. Hmmm.

Setelah Pemakaian

Saya pakai sunscreen ini sebagai step terakhir dari skincare morning routine saya alias sebelum pake priming water atau bedak. Pas dipakai ke kulit wajah, emang nggak ada kesan dingin kaya biore, tapi juga nggak panas juga pas dipakai. Lumayan cepat meresap, nggak ninggalin whitecast. Buat saya, si sunscreen ini awalnya agak meninggalkan kesan mengkilat tapi bukan yang berminyak banget ya. Kaya kulit tuh dewy-dewy gitu hahaha.
Tapi, begitu ditimpa bedak, dia akan jadi matte finished (ya emang gitu sih haha) yang enakeun gitu, berasa kulit tuh lembut dari sananya. Intinya, saya sih yes! Sebaiknya sih re-apply pemakaiannya barang 2-3 jam sekali gitu. Tapi, karena saya lebih banyak di dalem ruangan, jarang  banget sih pake ulang gitu haha.
Oh ya, selama di Penang, saya seharian pakai ini dan Alhamdulillah nggak ada masalah di kulit, nggak ada cekit-cekit, dan surprisingly nggak belang di muka juga nggak keling. Kaget sih karena SPF-nya kan cuma 50 ya, biasanya saya kalau liburan selalu bawa yang SPF 110 soalnya dan kemaren nggak kebawa. Padahal, cuaca di Penang panasnya minta ampun. Ini juga saya jarang banget re-apply. Kalau ada kesempatan buat pake ulang ya pake, kalau nggak yaudah aja gitu.
Mungkin efeknya akan berbeda antara saya dan kalian karena skin type kita kan berbeda. Tapi, kalau boleh saya rangkum, kira-kira begini plus minusnya.

(+)
Tekstur ringan dan lumayan cepat meresap
Bisa dijadiin primer
Nggak ninggalin whitecast setelah pemakaian
No fragrance
Setelah diset pakai bedak, hasilnya lebih matte
Harga terjangkau, cuma 99 ribu rupiah!
Lumayan ngefek karena bisa menangkis sinar matahari yang suka bikin belang selama di Penang
Travel-friendly

(-)
Ada kesan mengkilat setelah pemakaian (tapi nggak berlangsung lama sih)
Udah nggak ada lagi haha bingung karena emang se-nggak ada itu

Overall, saya sih suka banget sama sunscreen ini. Saking sukanya, pas dia diskon 50% di Sociolla langsung beli lagi padahal yang ini masih ada banyak isinya haha. Abis dipake di luar ruangan pun nggak masalah karena nggak bikin belang.
Kalian bisa beli sunscreen ini di drugstore atau sociolla. Tapi, biasanya harganya lebih murah di Sociolla. Pernah waktu itu lihat di Guardian/Watson, harganya 115 ribu sekian huhu lumayan kan bedanya.
Gimana? Tertarik buat coba nggak nih? Atau udah pernah pakai? Share yuk pengalaman kalian di kolom komentar.

XOXO!
Za

2 comments:

  1. kalau cowok pakai ini boleh ga sih kak?
    soalnya kulit saya juga belang gara2 suka motoran tanpa jacket

    ReplyDelete