[FASHION]: KATA SIAPA TRAVELLING PAKE ROK WANITA ITU RIBET?

Sebagai orang yang demen banget jalan-jalan, saya sering banget dapet pertanyaan, “emang nggak ribet jalan-jalan pake rok?”. Yah, kaga tau dia, yang namanya jalan-jalan itu mau pake rok kek, mau pake celana kek, seru seru aja ah. Kan bukan perkara bajunya, tapi perkara tempat liburannya. Yak, silakan di-quote! Hahaha :3

Bye Celana Jeans :’)
Saya emang udah jarang pake celana (ketat), terutama celana jeans atau celana model pensil. Padahal dulu secinta itu pake celana pensil, dikombinasiin sama oversized sweater/jacket/shirt, terus pake sneakers. Beuh cakep! Tapi nggak tau kenapa, makin kesini makin malu pake celana yang ngebentuk kaki. Maksudnya yang ketat, bener-bener kakinya kebentuk (apaan dah haha).
Perasaan itu muncul begitu aja. Namanya juga masih dalam masa pencarian jati diri ya. Awalnya, disiasati pake outer, kemeja atau tunik yang cukup panjang (sampai lutut). Tapi lama kelamaan, kok tetep rasanya malu aja gitu. Akhirnya perlahan coba-coba mulai pake rok dan… nyaman. Kategori nyamannya itu susah buat dijelasin secara gamblang, yang jelas bener-bener perasaan malu risih selama pake celana itu mulai hilang.
Dulu, saya termasuk sebagian orang yang suka ngatain pake rok itu ribet. Eh sekarang ketulah malah nggak nyaman kalau nggak pake rok atau at least celana kulot.
ini dulu, waktu liputan sebelum tol Batang beneran jadi (2017)
Ada masanya juga saya khawatir, ini akan berpengaruh dengan kerjaan saya, yang waktu itu masih sering liputan. Sempet ragu apakah harus balik lagi pake celana biar liputannya nyaman. Karena beneran momen mulai jadi reporter itu pas banget beberapa minggu setelah bertekad untuk pake rok buat kegiatan sehari-hari (termasuk kerja). Nggak taunya sama sekali lancar, nggak ada gangguan, dan tetep bisa pake rok buat liputan. Alhamdulillah hihi.


Kalo jalan-jalan pake rok?
Lhoh liputan yang suka lari-larian pake rok aja nggak ada masalah, apalagi cuma liburan. Waktu saya main ke Belitung, saya pakai long dress biar lebih enak pas main di pantai. Hari selanjutnya pake skinny skirt buat photo session (gaya bener haha). Dan tidak ada masalah dooong. Enak-enak aja naik turun bus sama kapal. Hihi.
outfit hari pertama di Belitung, pake long dress sama outer
Outfit hari kedua, pake skirt aja buat foto cantik hihi
Tapi emang sejatinya main ke pantai ya lebih enak pake dress (macem summerdress) gitu sih ya. Kalau ke gunung gimana?
Waktu jalan-jalan di Sikembang langit
Berhubung nggak pernah naik gunung yang beneran gunung (karena nggak dibolehin hehe), jadi nggak bisa menjabarkan dengan rinci sih. Tapi kalau mendaki bukit, candi dan lain-lain, pernah dong! Waktu itu, saya main ke Rumah Pohon Tombo yang jalannya agak terjal nanjaknya, pake rok aman-aman aja sih. Kayak yang saya bilang, apa yang kita pakai sebenernya nggak akan masalah selama kitanya nyaman nyaman aja. Gitu.
Naik-naik ke bukit di Rumah Pohon Tombo ga masalah sih haha



Trus cari rok wanita yang cocok buat travelling itu yang kaya gimana?
Intinya, cari rok wanita itu yang bikin kita nyaman saat kita pakai, entah itu buat liburan atau buat berkegiatan sehari-hari. Khusus untuk liburan, saya sih lebih menyarankan pake baju atau rok yang emang modelnya longgar, jadi lebih bebas buat gerak. Bahannya juga yang ringan dan jatuh kayak katun atau sifon.




A post shared by Nova Zakiya (@novazakiya) on

BIG NO buat rok wanita yang berbahan denim, lace atau satin. Denim jelas berat, apalagi kalau kena air. Dia juga lumayan makan tempat di tas (pas packing). Kalau lace sebenernya nggak masalah, tapi ngeri suka kesangkut aja. Satin?  Kita nggak lagi mau pergi ke pesta, beb. Takut salah kostum nantinya haha.
ke pantai pake long dress bahan sifon jangan lupa pake legging, gengs!
Tapi yang perlu diperhatikan saat liburan pake rok wanita adalah jangan lupa pake legging ya! Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kalo rok kita tertiup angin atau bahannya yang cenderung transparan (seperti bahan sifon). Toh sekarang udah banyak kok legging yang bahannya mudah menyerap keringat dan breathable gitu, jadi kita nggak akan kegerahan atau ngerasa tebel banget pas dipake hehe.
Waktu main di Salatiga nih yippi~
Pada dasarnya, liburan mau pake baju apapun itu bebas, asal kitanya nyaman. Entah itu soal model pakaian, warna atau bahan. Nggak enak dong kalau kita liburan, tapi ngerasa risih sama baju yang kita pake? Hehehe.
Nah, jangan lupa kalo udah pake outfit kece pas liburan, upload foto OOTD kalian di Instagram pake hashtag #MauGayaItuGampang. Kali bisa di-feature sama MatahariMall.com trus nampang di aplikasinya haha.


Akhir kata, selamat mencari rok wanita yang oke buat liburan ya!

XOXO!
Za

[REVIEW BUKU] : AMBA - LAKSMI PAMUNTJAK



Identitas Buku
Judul : Amba – Sebuah Novel
Penulis : Laksmi Pamuntjak
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakan ketujuh edisi cover baru, Januari 2018
Jumlah Halaman : 577 halaman

Sinopsis
Tahun 2006: Amba pergi ke Pulau Buru. Ia mencari orang yang dikasihinya, yang memberinya seorang anak di luar nikah. Laki-laki itu Bhisma, dokter lulusan Leipzig, Jerman Timur, yang hilang karena ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru. Ketika kamp tahanan politik itu dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap tak kembali.
Novel berlatar sejarah ini mengisahkan cinta dan hidup Amba, anak seorang guru di sebuah kota kecil Jawa Tengah. “Aku dibesarkan di Kadipura. Aku tumbuh dalam keluarga pembaca kitab-kitab tua.” Tapi ia meninggalkan kotanya. Di Kediri ia bertemu Bhisma. Percintaan mereka terputus dengan tiba-tiba di sekitar Peristiwa G30S di Yogyakarta. Dalam sebuah serbuan, Bhisma hilang selama-lamanya. Baru di Pulau Buru, Amba tahu kenapa Bhisma tak kembali.

Setelah membaca...
Saya membeli novel ini atas rekomendasi seorang teman ketika saya merasa kehabisan bahan bacaan. Teman yang tahu selera bacaan saya, yang seringnya berlatar belakang peristiwa sejarah itu langsung memberitahu buku Amba karya Laksmi Pamuntjak ini. Alhasil begitu menemukannya di salah satu rak Fiksi di Gramedia Grand Indonesia (favorit saya), saya baca dulu sinopsisnya dan oke, langsung saya bawa ke kasir.
Novel ini memiliki alur yang maju mundur. Berputar di kejadian tahun 1956 – 1965 hingga 2006. Masa lalu dan saat ini dengan tokoh utama perempuan bernama Amba. Diawali dengan sepenggal kisah pencarian Amba terhadap kekasihnya Bhisma di Pulau Buru yang ternyata ia dapati dalam keadaan sudah meninggal dan juga sedikit perkenalan dengan pemuda Ambon bernama Samuel Lawerissa.
Amba sendiri dibesarkan dalam keluarga Jawa yang penuh kasih sayang, kesetiaan, sopan santun dan pengorbanan. Bapaknya penyuka kitab-kitab Jawa lama seperti Wedhatama dan Serat Centhini. Nama Amba dan kedua adik kembarnya, Ambika dan Ambalika, juga diambil dari kisah-kisah pewayangan Mahabharata. Sesungguhnya Amba dalam Cerita Besar itu adalah seorang perempuan yang tersia-sia dan mendendam, tapi ayahnya memiliki alasan lain, bahwa Amba-lah yang kemudian membawa akhir Perang Bharatayudha. Kejayaan Amba akan terbukti kemudian.
“Seorang perempuan seharusnya tak menerima begitu saja tafsir umum atas namanya. Kamu jangan sampai terjerat oleh apa yang dibayangkan orang. kamu harus bisa mengatasinya dan memberi makna sendiri kepada namamu.” – Sudarminto, Bapak Amba (p.107)
Kehadiran tokoh Salwa (Salwani Munir) dan Bhisma (Bhisma Rashad) dalam hidup Amba pun tak ubahnya seperti cerita di kitab Mahabharata tersebut. Kedua orangtua Amba yang bertemu dengan Salwa di UGM membuat mereka langsung tertarik dan menjodohkannya dengan Amba, meski berkali-kali ibu Amba, Nuniek, mengingatkan kepada Amba bahwa ini bukan seperti kisah pewayangan karena keduanya bukan wayang. Amba yang awalnya tidak terlalu memikirkan akhirnya juga tak berkutik ketika bertemu dengan Salwa karena sosok Salwa yang baik, yang ngemong.
Meski pada akhirnya hubungan keduanya tak berjalan mulus seperti yang orangtua Amba harapkan. Amba bertemu dengan Bhisma, seorang dokter di rumah sakit tempat Amba bekerja paruh waktu sebagai penerjemah di Kediri. Disitulah kisah Amba dan Bhisma terjalin dengan begitu… rumit mungkin kata yang paling tepat. Kisah cinta yang bisa dikatakan sebentar karena mereka harus terpisah ketika acara yang mereka datangi ‘digerebek’ oleh tentara karena dianggap berhubungan dengan PKI yang saat itu masih sensitif pasca kejadian G30S.
Pada akhirnya, Amba tidak bersama keduanya, tidak bersama Salwa juga tidak bersama Bhisma. Greget sih tapi ya itu bagian emosinya. Sebenarnya di hampir semua bab muncul emosi yang berbeda-beda sih, mulai dari senang, sedih, jatuh cinta, takut yang tak jarang bikin keluar air mata (saya ya).
“Para resi boleh saja bersikeras bahwa cinta sejati membutuhkan kerendahhatian, tapi ia harus mengakui bahwa pada akhirnya tak ada kebajikan yang bisa didapatkan dari sebuah hubungan ketika satu pihak lebih mencintai pihak lainnya,” (p.353)
Perjalanan mencari Bhisma setelah 41 tahun berselang juga memiliki keseruan tersendiri, bertemu dengan orang-orang yang mengenal Bhisma, bercerita tentang kenangannya bersama Bhisma di Tefaat (Tempat Pemanfaatan), meski klimaksnya bagi saya adalah ketika membaca surat-surat dari Bhisma yang dikubur di bawah pohon Meranti.
Membaca novel ini memberi gambaran seperti apa kehidupan orang-orang dulu, yang pemerintah sebelumnya menyebutnya sebagai tahanan politik atau tapol, di Pulau Buru. Dipaksa bekerja keras, terkadang disiksa, membuka lahan, atau mengerjakan apapun yang diperintahkan oleh tentara seharian. Terbukti komunis atau tidak, tidak ada bedanya. Meski pada akhirnya mereka dibebaskan untuk pulang ke daerahnya masing-masing, namun mereka tetap menyandang istilah ‘eks-tapol’ yang sangat berpengaruh di kehidupan mereka.
Membacanya memberi pengetahuan tersendiri dan baru bagi saya. Sepertinya saya belum punya novel yang setting-nya tapol di Pulau Buru. Inilah mengapa saya lebih suka membaca novel yang berlatar belakang sejarah, khususnya sejarah di Indonesia. Karena pada dasarnya, belajar bisa darimana saja bukan? Hehehe.
Tapi meski terdengar agak berat, bacanya sih nggak terlalu bikin mikir banget kalau buat saya. Kaya dari setiap kalimat, setiap bab, setiap kejadian, mudah aja gitu tergambar di otak, ‘oh begini nih kejadiannya’. Kita benar-benar bebas berimajinasi dengan membacanya, bagaimana suasana mencekam dianggap komunis, bagaimana hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian, dan berbagai kejadian lainnya.
Bab yang menandakan hilangnya Bhisma. Tidak ada cerita karena Bhisma hilang tanpa ada kabar
Sedikit saya kutipkan beberapa kutipan kalimat yang menurut saya menarik dari buku ini,
Aneh, memang : selalu ada yang membuat terlena dan tak berdaya pada hujan, pada rintik dan aromanya, pada bunyi dan melankolinya, pada caranya yang pelan sekaligus brutal (p.27)
Tidak, kau jangan mau jadi bulan-bulanan sistem yang korup ini, kau harus melakukan segalanya tanpa bantuan polisi, dan percaya pada instingmu sendiri (p.45)
Orang yang cemburu adalah orang yang nggak pede (p.76)
Jangan minta maaf. Nggak ada yang lebih menyedihkan di dunia ini daripada permintaan maaf yang nggak pada tempatnya (p.82)
Di satu sisi kecantikan adalah anugerah, ia pemberi hidup, menyanjung. Di sisi lain ia pembawa mala, terkutuk, menakutkan (p.86)
Orang bisa berbeda pendapat tapi siapapun butuh teman (p.88)
Perkawinan tak banyak bedanya dengan politik. Lewat ibu ia belajar: perkawinan adalah tahu bagaimana membaca perubahan, tahu kapan menyerang kapan mundur, kapan memulai kapan berhenti, kapan berbicara kapan mendengar (p.110)
Politik memang bukan tentang apa yang benar. Politik adalah bagaimana kita bisa salah dengan benar (p.111)
Perjalanan : melatih diri untuk tetap menjaga jarak seraya berbagi begitu banyak (p.181)
Meskipun suara kecil di telinganya terngiang-ngiang, hati-hati, jangan serahkan hidupmu pada orang-orang yang tak kau kenal, apalagi yang mengaku jatuh cinta padamu (p.276)

Saya sih suka dan merekomendasikan buku ini bagi kalian yang memang suka novel fiksi yang lebih kompleks dengan latar belakang sejarah. Bagi saya, nilainya 9 dari 10. Cus mampir ke toko buku! Selamat membaca ya! Hihihi

XOXO!
Za

TANGKAL BAHAYA POLUSI DENGAN NATSBEE HONEY LEMON BIAR #ASIKTANPATOXIC


Jakarta lagi rame-ramenya nih karena ada event Asian Games 2018. Puluhan hingga ratusan perwakilan dari 45 negara hadir ke Indonesia untuk mengejar gelar juara dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Tambah macet? Pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian lalu lintas, Dinas Perhubungan dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan perluasan ganjil genap sih untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan itu. Data dari BPTJ sih menyebut bahwa kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas di titik-titik yang diberlakukan ganjil genap meningkat sebesar 44.08% dan emisi CO2 menurun 20.30%. Menurun bukan berarti sama sekali nggak ada lho ya, karena namanya polusi masih ada aja di Jakarta apalagi di jam jam sibuk haha.
Oke tapi saya nggak mau bahas soal itu. Ini hanya semacam pembukaan. Tapi yang akan saya bahas adalah nggak cuma pemerintah aja lho yang sibuk sana sini mempersiapkan dan menyukseskan Asian Games 2018, tetapi juga para pekerja media. Dari zaman persiapan sampai ini bentaran lagi udah mau abis, sibuknya super. Berhubung saya nggak meliput Asian Games 2018 (karena sudah resign hehe), jadi saya ceritakan persiapannya aja ya dan menangkal debu debu polusi yang nakal selama beraktivitas!

Sibuknya Wartawan dari Kapan?
Beh. Dari tuh venue masih direnovasi sampai udah bisa dipake, sampe acara kelar dan seterusnya. Kenapa? Karena kita mewakili mata pemirsa, masyarakat sebangsa dan setanah air, untuk mengabarkan sejauh mana persiapan Indonesia menjadi tuan rumah gelaran pesta olahraga terbesar se-Asia ini. Tentunya, nggak pengen malu-maluin dong ya!
bayangkan dari lantai 6 kita lari turun tangga bawa tripod demi kalian pemirsa. huff
Berhubung waktu itu saya wartawan RI2 alias gabung di tim medianya Wapres Jusuf Kalla (perwakilan dari kantor ya), jadi saya sempat ikut beliau waktu meninjau venue sebelum acara dimulai. Pagi-pagi kita sudah lari-larian turun tangga bawa tripod dari lantai 6 sampai lantai dasar di Wisma Atlet Kemayoran (soalnya kalau nungguin lift lama dan Pak JK sudah turun ke bawah). Satu per satu, Pak JK bareng sama Gubernur DKI Anies Baswedan dan perwakilan menteri juga ketua Inasgoc, melihat tempat-tempat yang nantinya akan digunakan oleh atlet negara lain, mulai dari kamar, taman, dining room, dan lain-lain. Belum selesai sampai situ, Pak JK juga sempat makan pisang di samping kali Sentiong (yang banyak orang kenal kali item) untuk membuktikan disitu tidak bau.
Mampir di Stadion Atletik yang udah bagus terus ketemu Zohri
Selesai dari situ, kita langsung menuju Gelora Bung Karno untuk meninjau stadion atletik dan akuatik. Udah jangan ditanya, panas debu keringat sungguh mensponsori liputan hari itu. Mungkin karena judulnya liputan persiapan acara olahraga terus wartawannya juga kudu olahraga kali ya hahaha.
Mejeng dulu di trotoar baru daerah Sudirman
Perbaikan sih nggak cuma diterapkan di venue-venue pertandingan aja, tetapi juga infrastruktur kota seperti trotoar. Suka perhatiin nggak sekarang trotoar di sepanjang Jalan Sudirman sampai MH Thamrin itu bagus banget dan lebih lebar? Bisa dibilang space untuk pejalan kaki 2 kali lipat ukuran semula. Udah gitu ditambah tanaman jadi ada buat mengurangi polusi udara. Ingat, mengurangi ya bukan menghilangkan sama sekali. Apalagi kalau liputan disini jam-jam berangkat kantor kan ya banyak kendaraan lewat kita macem sarapan asap kendaraan haha.

Udah Resign dari Wartawan, Enak Dong Nggak Kena Polusi
Mohon maap nih, dikata kita resign terus cuma ‘ngedekem’ dalem rumah apa begimane nih? Memang nggak sepadat dulu sih kegiatannya, karena masih rehat sebentar sambil ngurus WO dulu jadi ya seputar ketemu klien aja biasanya. Atau memanfaatkan waktu sebelum kerja (tetap) beneran lagi dengan me time ke toko buku lah, salon atau pulang ke rumah kumpul keluarga. Pokoknya bener-bener dimanfaatkan waktunya dengan baik. Atau karena masih dalam proses pencarian jati diri gitu (sok muda ya), jadi suka dateng ke kajian ba’da Isya hari Rabu di Masjid Universitas Al Azhar Indonesia.
Padat kendaraan di pagi hari yang terulang di sore hari juga
Kena polusi apa nggak? So pasti gengs! Hampir sebagian besar kegiatan saya lakukan di jam-jam sore menjelang jam pulang kerja, atau bahkan abis Maghrib sekalian. Itu polusi lagi numpuk-numpuknya, nggak ada beda sama saya dulu liputan pagi haha. Ini aja ya, bikin tulisan ini, baru aja pulang menembus kemacetan Jalan Sudirman ke Al Azhar (dan sebaliknya dong! Padahal udah malem) karena ya masih ada euforia Asian Games 2018 di GBK. Banyak bener yang nonton dah, bagus masyarakat kita turut mendukung! Tapi jadinya perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh 20 menitan, bisa hampir 45 menitan pemirsa! Tak terkecuali bus Transjakarta yang juga kena imbas antara halte GBK ke halte Bundaran Senayan. Oke bhaique!

Emang Bahayanya Polusi Apaan?
Suka pada ngerasa sesak atau pusing kalau lama-lama di jalan ngirup asap kendaraan gitu nggak sih? Kalau saya sih iya. Kelamaan dikit bawaannya pusing, apalagi kalau lagi pakai helm langsung kepala berasa nyut nyut aja. Hal ini karena pada udara yang sudah terkena polusi terdapat banyak sekali senyawa, unsur ataupun partikel berbahaya bagi makhluk hidup, seperti Partikulat Matter (PM10 dan PM2,5) yang gampang banget menembus darah dan alveoli (bagian terkecil paru-paru). Belum lagi natrium dioksida, ozon, karbon monoksida yang pasti berimbas negatif ke sistem pernapasan kita. Bahkan bisa juga lho meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah kayak tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, dll. Serem ya.

Ya Tapi kan Namanya Polusi Nggak Bisa Dihindari. Kita kan Butuh Beraktivitas di Luar
Ya ya memang, saya juga nggak bisa menghindari takdir ini kok. Selama masih tinggal di perkotaan, ya ini bakal tetap jadi salah satu masalah kita bersama (ya dong bersama masa sendiri hehe). Tapi ada pepatah bilang, “MENCEGAH LEBIH BAIK DARI MENGOBATI”. Caranya?
Gambaran kehidupan yang tak bisa dihindari. tsaaah!
Pertama, kita bisa menggunakan masker kalau bepergian. Kedua, banyak minum air putih. Ketiga, konsumsi madu lemon. Ini sih yang biasa saya lakukan ya. Karena bagaimana pun toxic-toxic ini harus kita lawan  demi hidup sehat. Abis kalau kita aja gaya hidupnya tidak sehat, berujung stress, terus makin ngendep dah tuh toxic dalam tubuh kita (ditambah terpapar polusi setiap hari lagi! HAH!).
Masker? Oke mudah. Air putih? Tiap hari suka bawa tumbler. Madu? Hmm agak ribet sih kalau buat saya, karena kalau saya minum madu itu biasanya saya bikin minuman sendiri pakai lemon gitu. Soalnya ini bagus lho buat kekebalan tubuh, menghilangkan racun tubuh atau si toxic tadi, dan bonus satu lagi, baik buat kulit juga buat diet. Tapi. Ya. Kadang males aja bikinnya. Hahaha.
Natsbee Honey Lemon temani aktivitas liputan saya dulu yihaaa
Makanya pas Pokka ngeluarin produk minumannya, Natsbee Honey Lemon alias si minuman madu lemon ini seakan menjadi jawaban atas segala kemageran saya meracik minuman madu lemon setiap hari. Kan kalau tinggal minum gini praktis banget, orang rasanya juga mirip-mirip sama yang saya racik. Manisnya pas, madunya berasa, asem lemonnya juga berasa. Seger deh, apalagi kalau udah didiemin di kulkas seharian terus diminum pas siang hari lagi terik. MasyaAllah nikmat mana yang mau kalian dustakan, gengs?
Enak diminum selagi dingin di siang terik. Beh mantap betul!
Menyenangkannya, harganya terjangkau! Sebotol isi 450 ml ini dihargai sekitar Rp 6.500,-. Enak nih buat stok di kosan. Haha. Terus ya, di angka kecukupan gizinya, tertulis Vitamin C nya 100%, lemak totalnya 0%. Suka girang nggak sih kalau liat informasi nilai gizi gini di bagian lemaknya 0% tuh? Kalau saya sih girang banget haha. Biar empunya ini, si Pokka asalnya dari Jepang, tapi nggak usah khawatir lho. karena Natsbee Honey Lemon ini udah terdaftar di BPOM dan udah dapet sertifikat halal dari MUI. Kalian bisa cek deh di website-nya MUI hehe.

Rekomendasiku bulan ini, Natsbee Honey Lemon yuhuuu
Jadi saya sih yes, alias merekomendasikan minuman madu lemon ini ke kalian semua. Beberapa temen sekantor saya dulu pas masih liputan bareng, saya bagi juga dan enak mereka bilang. Jadi nggak cuma pendapat saya aja dong ya hehehe.

Tuppy sama Blobby aja minum Natsbee Honey Lemon lho hahayy
Jadi (lagi), udah siap bersihkan hari aktifmu, #AsikTanpaToxic dengan Natsbee Honey Lemon yang kandungan Vitamin C-nya nggak main-main? Selamat mencoba ya!

XOXO!
Za

[FASHION] : LAYAKNYA CINDERELLA MENCARI FLAT SHOES TERBARU DI MATAHARIMALL.COM

Fashion itu layaknya roda yang berputar. Itu kalimat yang pernah saya ungkapkan saat bercerita tentang tren celana kulot yang kembali diminati akhir-akhir ini. Saya termasuk salah satu penganutnya. Bahkan celana kulot milik mama saya aja, saya minta karena sudah tidak terpakai lagi oleh beliau. Dengan warna yang cenderung netral, abu muda dan krem, celana kulot turunan mama saya ini memang gampang banget buat di-mix and match sama blouse atau kemeja warna apapun. Tapi ada satu titik bosan saya mix and match baju ini, yaitu agak bosen sih sama sepatu yang itu-itu aja. Dan baru sadar, kalau saya sama sekali nggak punya koleksi flat shoes di rak sepatu saya. OMG!

Sneakers? BANYAK. Flat Shoes? NIHIL.
Sejatinya, tuntutan profesi yang menuntun saya untuk selalu mengoleksi sneakers. Berhubung saat itu, saya lebih sering kerja di lapangan, memang lebih aman dan nyaman untuk pakai sneakers. Saya punya cerita mengapa saya jarang punya koleksi flat shoes.
Waktu itu saya liputan di KPK. Kalau tidak salah pas lagi ramai-ramainya drama Setya Novanto yang pura-pura sakit tapi ketauan gitu. FYI, liputan di KPK itu harus tahan banting baik jiwa maupun raga, karena nggak pernah kejadian yang namanya doorstop itu rapi di tempat ini. Kenapa? Kebanyakan para pemakai rompi orange ini menghindar dari media, alias nggak mau komentar apapun, tapi para awak media ini tetap harus dapet statement dari dia (kadang cuma dari bahasa tubuh mereka aja sih kalau saking bungkamnya).
Lagi rame-ramenya mau live report soal 'papa'
Nah, lagi cegat mau doorstop nih, doi ngehindar dari media bikin kita langsung terseret-seret mengikuti geraknya. Udah nggak peduli lagi dah mau muka kehimpit sama badan kameramen yang tinggi-tinggi, terseok kesana kemari sambil harus tetep ngarahin mic ke narsum kita yang abis diperiksa itu. Apesnya di hari itu, lagi pake flat shoes, mungkin kurang sempurna juga makenya, lalu keinjek sama wartawan lain, dan saya… jatuh. Sakitnya nggak berasa, malunya iya. Makanya belajar dari pengalaman, saya jadi lebih sering beli sneakers.
Gara-gara tuntutan profesi itu juga yang akhirnya secara tidak langsung mempengaruhi style saya sehari-hari. Kemana-mana saya pergi, baik sekedar main atau lagi datengin event, pasti pakenya sneakers. Kondangan aja udah girly banget nih bajunya, bawahannya pasti pake sneakers. Ya emang kece sih, tapi lama-lama kok ya bosen gitu. Udah gitu agak nggak praktis kalau harus lepas pake lepas pake pas mau sholat. Hmmm.
Kondangan pun tetep pake sneakers. Oke bhaiq!

Memulai Drama Pencarian Flat Shoes Terbaru
Saya ini anaknya seneng explore dan mix and match soal penampilan. Bahkan ngantor yang notabene pake seragam aja sering saya tambahin outer ataupun vest biar nggak boring aja gitu. Beberapa kali sampai dikomentarin sama temen sekantor karena outfit-nya selalu beda aja gitu dari penampilan karyawan pada umumnya (that’s why di masa yang akan datang pengen ngantornya di tempat yang orang bebas mau pake baju apa aja alias nggak dikomentarin. Huff!).
Mulai kerudung sampai celana, oke lah bisa gonta-ganti setiap hari. Tapi saya agak sedikit tertohok dengan ucapan teman saya yang bilang, “sepatunya itu-itu aja,”. Oke baik!
Daily outfit ala Zakia
Kalau dihitung nih, sneakers saya ada lebih dari 5 pasang dengan berbagai warna. Flat shoes? Ada 2 tapi dua duanya udah nggak layak pakai haha. Kadang ngerasa saltum juga sih misal lagi harus meeting ketemu klien atau dateng wawancara kerja pakainya sneakers. Jadi kaya kurang profesional aja gitu. IMO ya hehe.
Tapi nyari flat shoes terbaru itu gampang-gampang susah. Kadang kita udah ke offline store malah capek doangan karena nggak nemu yang cocok. Saya anaknya cukup picky sih, nggak terlalu suka dengan yang modelnya terlalu lancip di depan gitu soalnya, tapi nggak terlalu suka juga yang biasa-biasa aja. Nah kan ribet kan?
Cari flat shoes terbaru di mataharimall.com? Banyak! WOOOW!
Tuk menghemat tenaga ye kan, daripada nyamperin toko satu per satu yang belum tentu nemu yang cocok, teman saya merekomendasikan buat window shopping dulu di MatahariMall.com. Dipikir-pikir dulu jaman masih sekolah sering banget beli sepatu di Matahari. Paling sering beli merk Nevada, mau itu sepatu atau baju. Jadi baiklah, mari kita surfing dulu di online store-nya Matahari Mall buat cari flat shoes terbaru, kali ada yang cocok sambil berasa nostalgia juga kan.

Setelah Mampir di MatahariMall…
Oke, sejujurnya ini kali pertama saya mampir di MatahariMall.com, dan wow… lumayan seru juga tampilannya. Belum apa-apa udah disambut dengan promo diskon 60%. Sungguh berbahaya. Haha.
Tapi mari kita sejenak fokus terlebih dahulu dan langsung masuk ke kategori sepatu lalu pilih flat shoes. Dan oke (lagi), berasa sia-sia gitu kemarenan muterin mall cari sepatu, ternyata disini kita bisa nemuin flat shoes terbaru yang lucu-lucu dengan berbagai merk. Nggak perlu capek pegel pegel jalan tapi dari rumah aja bisa belanja huhu. Thanks to penemu online shop!
Kategori dan subkategori di MatahariMall.com banyak lho! Enak dah
Di awal buka sub kategori ini udah disambut flat shoes abu yang lucu dari Universal, plus diskon pula. Oke jangan gegabah, mari kita scrolling ke bawah dulu agar tidak menyesal nantinya haha. Ternyata hampir sebagian besar flat shoes-nya diskon lho! Ya Allah, lindungi hamba dari godaan diskon ini :(((((
Terlalu banyak diskon senang tapi pusing akutu... *brb elus dompet*
Target saya, pengen cari sepatu hitam yang lumayan formal yang masih kece juga kalau dipake main. Tapi kok, yang warna-warna lain kaya abu, salem dan warna pastel lainnya terasa menggoda. Diskonnya juga nggak kuat. Yaaaaah…
Pilihannya bener-bener banyak, ada lebih dari 2500 produk di kategori flat shoes ini yang bikin saya nggak bakal kehabisan pilihan. Terus pas saya buka satu-satu, ternyata store-nya nggak cuma dari Matahari aja, tapi ada juga online shop lain karena sejatinya MatahariMall.com itu semacam online marketplace gitu lho. Jadi kalau misalkan produk yang kita mau ternyata dari online shop lain, coba cek ratingnya juga sih. Buat jaga-jaga kan.
Pilihanku yey!
Akhirnya, setelah membuka satu per satu yang menarik perhatian, pilihan agak mengerucut nih sama flat shoes dari Details Faux Fur yang ada bulu-bulunya gitu cute haha. Hanya saja, saya bingung di foto terlihat krem kecoklatan gitu kan, nah tapi di judunya dia klaim warnanya putih. Akhirnya saya pun menggunakan fitur live chat dengan personal assistant dan mendapat keterangan yang cukup membantu (termasuk soal size guide yang nggak tertera di deskripsi produk).
personal assistant-nya cukup responsif dan membantu. senang deh hihi
Mantap, Bismillah dibayar. Walaupun nggak sesuai sama target awal yang carinya sepatu hitam. Hahaha. Nanti kita langsung dapet email konfirmasi yang menyatakan pembayaran kita sukses. Nggak hanya itu, kita juga bisa nge-track status pemesanan kita melalui profil kita di MatahariMall.com. Biar gampang sih, saya download aplikasinya aja. Hehehe.
Fitur tracking di MatahariMall.com memudahkan kita nih - www.novazakiya.com
Klaimnya sepatu akan sampai dalam waktu 3-7 hari di area Jabodetabek. Ternyata, keesokan harinya langsung sampai dong! Sebelumnya, di bagian keterangan produk/store-nya memang tertulis Jakarta sih, tapi tak disangka ternyata secepat itu sampainya. Dan setelah dibuka, cucok persis sama gambar yang ada di website. Ukurannya juga pas. Yay!
Akhirnya flat shoes terbaru dari MatahariMall.com sampai. Asyik!

Ukurannya Gimana?
Oh ya, belanja sepatu tuh memang agak gambling sih kalo online, dan biasanya masing-masing merk punya size guide sendiri. Makanya tadi saya tanyakan itu ke personal assistant yang disediakan oleh pihak MatahariMall.com. Tapi gini deh, saya kasih tips ya buat kalian gimana nentuin size kita kalau beli sepatu online.
Pertama, pakai kaos kaki dulu terus jiplak kaki kita di atas kertas HVS, boleh lah pake kertas size A4. Udah gitu, ukur deh panjang pola dari ujung jari kaki paling panjang sampai tumit menggunakan penggaris. Kalau mau ukur lebarnya, tinggal ukur aja dari ujung kanan sampai ujung kiri. Kalau udah dapet angkanya, tinggal dicocokkan sama size guide dari si sepatu itu deh.

Yang Menarik Lainnya di MatahariMall.com
Selain pilihan dan kategorinya yang beragam, ada satu hal yang menarik perhatian saya sih pas buka di website maupun di app nya. Yaitu fitur search by hashtag. Jadi nanti begitu kita klik ikon #, muncul dong #maugayaitugampang dan isinya ada banyak referensi fashion dengan tampilan ala-ala Instagram gitu. 
butuh referensi fashion? bisa pakai fitur search by hashtag-nya MatahariMall.com
Terus pas kita klik salah satu foto, ada rekomendasi produknya juga yang similar yang bisa jadi acuan kita kalau mau tampil dengan style kaya gitu. Udah gitu kita bisa langsung belanja deh di MatahariMall.com. Menarik sekaligus racun sih (elus dompet). Haha.
Udah nemu style-nya? Bisa langsung belanja juga dimari haha
Kalau kalian pengen ‘mejeng’ disini, bisa juga lho! Cukup upload foto terbaik kalian di Instagram, lalu tambahin hashtag #MauGayaItuGampang. Nanti saya mau ikutan juga ah kalau sepatunya udah sampai. Hihi.
Udah cocok buat ikutan #MauGayaItuGampang belum? Hehe

Well, selamat mencoba berbelanja di MatahariMall.com ya kalian!

XOXO
Za