[BEAUTY]: Review L’oréal Paris UV Perfect Matte & Fresh Long UV SPF 50 / PA ++++


sunscreen loreal
Drama pencarian sunscreen yang cocok dengan kulit wajah saya ternyata tak semudah menekan tombol ‘add to cart’ di situs Sociolla. Apalagi, saya bener-bener telat sadar kalau si sunscreen sejuta umat alias si Biore UV Aqua Rich Watery Essence itu bikin kulit saya breakout dan muncul jerawat. Kok bisa nggak sadar? Karena munculnya emang setidak disangka dan senyaman itu sebenernya.
Awalnya cuma muncul 3 jerawat kecil di pelipis yang saya kira jerawat siklus. Karena masih enak-enak aja pas pake, alias nggak ada rasa gatel atau apapun itu, jadi tetep dilanjut. Sampai akhirnya sadar, kok jerawatnya muncul terus muncul terus padahal nggak lagi dapet. Jadi dengan berat hati saya stop pemakaian si sunscreen sejuta umat ini. Huhu.  
Tapi sekarang, saya sudah nggak galau lagi karena berhasil menemukan sunscreen yang cocok (sejauh ini nggak ada komplen dari kulit wajah sih) yaitu si mini L’Oréal Paris UV Perfect Matte & Fresh Long UV SPF 50 / PA ++++ (panjang mon maap namanya haha).

Pertemuan dengan Si Mini L’oréal 

sunscreen loreal
November 2018 jadi bulan yang agak gencar promoin si L’oréal  ini karena baru banget masuk di Indonesia. Tiap buka Sociolla, adalah si sunscreen L’oréal  ini. Bukan Instagram, beberapa beauty influencer udah mulai promote ini. Secara anaknya suka penasaran kalau ada rame-rame begini, jadilah dibeli. Apalagi waktu itu di Sociolla lagi ada potongan harga buat si hijau ini.
Sebenernya bulan itu belum sadar kalau saya nggak cocok sama Biore, beli ya cuma dibeli aja dulu buat punya-punya plus lagi diskon juga kan. Rencananya malah si L’oréal  ini bakal dipake setelah biore abis paling ya pas awal awal tahun 2019. Eh nggak taunya, akhir November sadar nggak cocok biore jadi langsung dipakai lah di bulan Desember 2018.

Packaging

sunscreen loreal
Yang saya suka selain warna kemasannya hijau tosca muda adalah bentuk botolnya pipih kayak tube yang sama sekali nggak makan tempat baik di make up pouch ataupun di kantong celana. Setipis itu enak. Udah gitu, mulut botolnya tuh mengerucut jadi kalau isinya dikeluarin nggak akan mbleber gitu lho.

Tekstur

sunscreen L’oréal
Nah, begitu dikeluarkan isinya, sunscreen L’oréal  ini punya tekstur layaknya sunscreen pada umumnya yang krim kental tapi lebih ringan alias nggak pekat gitu. Warnanya broken white dan sama sekali nggak ada wewangiannya (selain wangi sunscreen pada umumnya aja). Kalau dibaur, lumayan cepat meresap dan nggak ninggalin rasa lengket atau berminyak yang berlebihan di wajah. Sejauh ini saya pakai enak-enak aja sih.

Klaim dari L’oréal 

sunscreen loreal
Sunscreen L’oréal ini mengklaim dirinya mampu memberikan perlindungan dan mencegah kerusakan yang disebabkan sinar UV karena punya kandungan mexoryl XL Filter dan Long UVA Filters. Selain itu, kedua kandungan ini konon bisa menghindari risiko penggelapan kulit, flek hitam, penuaan dini dan warna kulit tidak merata.
Kandungan lain yang ada di sunscreen ini adalah detoxyl yang mampu melindungi kulit dari partikel polusi hingga PM 2,5. Bye debu gitu kali ya.
Nah, satu lagi yang lumayan sering di-mention adalah sunscreen ini konon katanya jadi sunscreen pertama yang menghasilkan matte finished setelah pemakaian. Ini berkat kandungan 3 ekstrak tanaman astringent dan mattifying pure clays yang bisa mencegah dan mengurangi produksi minyak berlebih di kulit wajah. Hmmm.

Setelah Pemakaian

Saya pakai sunscreen ini sebagai step terakhir dari skincare morning routine saya alias sebelum pake priming water atau bedak. Pas dipakai ke kulit wajah, emang nggak ada kesan dingin kaya biore, tapi juga nggak panas juga pas dipakai. Lumayan cepat meresap, nggak ninggalin whitecast. Buat saya, si sunscreen ini awalnya agak meninggalkan kesan mengkilat tapi bukan yang berminyak banget ya. Kaya kulit tuh dewy-dewy gitu hahaha.
Tapi, begitu ditimpa bedak, dia akan jadi matte finished (ya emang gitu sih haha) yang enakeun gitu, berasa kulit tuh lembut dari sananya. Intinya, saya sih yes! Sebaiknya sih re-apply pemakaiannya barang 2-3 jam sekali gitu. Tapi, karena saya lebih banyak di dalem ruangan, jarang  banget sih pake ulang gitu haha.
Oh ya, selama di Penang, saya seharian pakai ini dan Alhamdulillah nggak ada masalah di kulit, nggak ada cekit-cekit, dan surprisingly nggak belang di muka juga nggak keling. Kaget sih karena SPF-nya kan cuma 50 ya, biasanya saya kalau liburan selalu bawa yang SPF 110 soalnya dan kemaren nggak kebawa. Padahal, cuaca di Penang panasnya minta ampun. Ini juga saya jarang banget re-apply. Kalau ada kesempatan buat pake ulang ya pake, kalau nggak yaudah aja gitu.
Mungkin efeknya akan berbeda antara saya dan kalian karena skin type kita kan berbeda. Tapi, kalau boleh saya rangkum, kira-kira begini plus minusnya.

(+)
Tekstur ringan dan lumayan cepat meresap
Bisa dijadiin primer
Nggak ninggalin whitecast setelah pemakaian
No fragrance
Setelah diset pakai bedak, hasilnya lebih matte
Harga terjangkau, cuma 99 ribu rupiah!
Lumayan ngefek karena bisa menangkis sinar matahari yang suka bikin belang selama di Penang
Travel-friendly

(-)
Ada kesan mengkilat setelah pemakaian (tapi nggak berlangsung lama sih)
Udah nggak ada lagi haha bingung karena emang se-nggak ada itu

Overall, saya sih suka banget sama sunscreen ini. Saking sukanya, pas dia diskon 50% di Sociolla langsung beli lagi padahal yang ini masih ada banyak isinya haha. Abis dipake di luar ruangan pun nggak masalah karena nggak bikin belang.
Kalian bisa beli sunscreen ini di drugstore atau sociolla. Tapi, biasanya harganya lebih murah di Sociolla. Pernah waktu itu lihat di Guardian/Watson, harganya 115 ribu sekian huhu lumayan kan bedanya.
Gimana? Tertarik buat coba nggak nih? Atau udah pernah pakai? Share yuk pengalaman kalian di kolom komentar.

XOXO!
Za

[BEAUTY]: Review Emina Cheeklit Cream Blush


Review Emina Cheeklit Cream Blush
Sebagai pecinta blush on, saya cukup penasaran pas Emina nambah shade baru buat cream blush-nya. Lebih tepatnya, agak shock sih pas 2 warna tambahannya itu violet dan coklat yang woooow unpredictable banget, karena buat saya cream blush-nya emina ini ya buat tampilan yang natural. Tapi rupannya, first impression saya salah begitu udah coba produknya. Memang kita tuh nggak boleh menilai sesuatu dari penampilannya aja. Yuk kita ulas aja lah ya~

Packaging

Review Emina Cheeklit Cream Blush
Perbedaan Kemasan Lama dan Baru si Emina Cream Blush
Nah, selain nambah shade, si cream blush emina ini juga ganti packaging yang menurut saya lebih simpel dan elegan gitu sih. Sebelumnya, packaging dia tuh ungu muda (kardusnya juga sama). 
Review Emina Cheeklit Cream Blush
Sekarang warnanya dominan putih plus ilustrasi karakter ceweknya yang lebih oke sih. Trus, kalau dulu di kardusnya penanda ‘pink’ dan ‘peach’ itu cuma di atas dan di-highlight doang yang suka bikin ketuker ambil kalau nggak jeli. 
Review Emina Cheeklit Cream Blush
Nah, sekarang tuh pembeda kardusnya ada di samping. Jadi, masing-masing shade warna kemasan bagian sampingnya juga disesuaikan dengan shade-nya. Sayangnya, saya nggak punya kardus kemasan lama soalnya udah dibuang huhu.
Review Emina Cheeklit Cream Blush
Shade (Kiri-Kanan) : Peach - Pink - Nudie Brown - Violet

Swatches

Review Emina Cheeklit Cream Blush
Tekstur si cream blush ini masih sama dengan yang terdahulu, cream lotion yang super duper ringan dengan agak-agak wangi bedak bayi kalau menurut saya. Shade pink ini nggak jauh beda sama yang dulu, jadi warna cream awalnya dia putih. Sementara yang peach, nudie brown dan violet, itu warna cream-nya ya sesuai sama judulnya. Beneran agak kaget sih liat warnanya 😭
Review Emina Cheeklit Cream Blush
Nggak terlalu keliatan bedanya ya ternyata huhu
Sekarang kita coba blend ya, ini saya blend tinggal di-tap-tap pakai jari. Si pink dan peach ini nggak berubah sih, tetep ‘alus’ gitu warnanya. Nah, si nudie brown sama violet ini tebel banget rasanya mau sesedikit apapun nge-swatch-nya. Jadi mikir panjang mau dipakai ke pipi. Haha takut asli 😥

Baca juga: [BEAUTY]: Review Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++



Waktu Dipakai di Pipi...

Review Emina Cheeklit Cream Blush

Let me ask you. Can you spot the difference in these pictures? Hahaha.

To be honest, saya sudah pakai keempatnya dengan jumlah yang cukup banyak, warnanya keluar semuanya (sampai takut dibilang ketebelan) tapi sedihnya nggak terlalu keliatan di kamera huhu. Kalau dilihat secara kasat mata, perbedaannya ya memang nggak terlalu signifikan sih karena keempatnya ngasih warna yang natural macem pipi tuh merona alami. 
Tadinya saya kira akan dua shade baru akan keliatan berbeda kan, secara dari krimnya aja warnanya lebih 'kereng'. Tapi setelah di-blend pakai jari, lama-lama warnanya jadi soft dan ngebaur sama kulit kita. Cuma memang kalau di kulit saya, si violet ini jadi warna pink yang pucet kalau kalian zoom fotonya. 

Baca juga: 9 Beauty Products Terfavorit 2018


Ronanya kalau diurutin itu dari yang paling soft sampe yang lumayan bold itu ada peach-pink-nudie brown-violet. Next, saya akan coba pakai dan foto lagi yang lebih proper biar keliatan bedanya. Mungkin kudu pakai ring light kali ya. Hmmm, nanti saya update deh kalau ring light-nya udah ada. Hehehe.  

Final thoughts

Walaupun agak kaget pas lihat shade terbarunya, saya akhirnya paham kalau emina ini berusaha ngasih solusi buat kita yang berkulit gelap atau sawo matang. Yup, nudie brown dan violet ini memang cocok dipakai untuk mereka yang berkulit gelap atau sawo matang karena bisa ngasih kesan pipi merona alami. Sementara untuk shade pendahulunya, peach dan pink, memang lebih cocok untuk mereka yang berkulit putih atau kuning langsat. Bukan berarti yang berkulit gelap nggak cocok pakai peach atau pink sih, hanya saja sayang aja gitu kalau jadi kontras atau nggak keliatan gitu. Pun sebaliknya. Huff.
Review Emina Cheeklit Cream Blush

Keempat shade ini masih ngasih ciri khas blush on emina sih, yaitu ngasih hasil rona pipi yang natural. Wanginya juga masih sama, mirip wangi bedak bayi yang cukup calming kalo menurut saya. Efek calming-nya nggak cuma dari wangi sih, tapi juga nggak bikin bruntusan di pipi. Jadi kalau kulit saya lagi rewel, ya pasti saya lari ke cream blush ini. Hidup saya hampa tanpa blush on, kudu merona gitu beb. Haha.

Baca juga : [BEAUTY]: Review Pond's Magic Powder BB


Cara pakainya masih di-tap tap pakai jari atau pakai beauty blender. Saya pribadi sih nggak menyarankan dia dipakai di atas foundation/bb cushion karena bisa ngegeser atau bisa juga susah di-blend. Kalau saya lagi pakai foundie, saya lebih milih pakai powder blush. Tapi, kalau kamu tetep pengen pakai cream blush, saran saya sih pakainya sebelum pakai foundie/bb cushion cuma pakainya lebih banyak (tebel) aja jadi warnanya tetep keluar walaupun udah ditimpa.
Review Emina Cheeklit Cream Blush
Kulit saya lagi rewel bruntusan gara-gara penasaran cobain banyak skincare baru dalam satu waktu. Sekarang lagi coba skincare detox deh. Huff
Satu lagi, pakai cream blush emina ini harus pakai perasaan alias pakainya mending sedikit-sedikit dulu gitu. Pas awal pakai emang dia nggak terlalu keliatan, tapi ntar lama-lama makin di-blend makin keluar warnanya. Blush on ini juga lumayan tahan lama walaupun udah kena air wudhu berkali-kali tapi masih keluar warnanya, apalagi kalau lagi pakai lipstik. Saya biasanya retouch pakai lip cream BLP Peach Soda dan si blush on emina ini makin keluar lagi warnanya. Sukak! 💖

Baca juga: [BEAUTY]: Review Lip Coat Peach Soda by Lizzie Parra


Saya sih selalu nyetok cream blush ini walaupun ada blush on yang lain juga. Jangan sedih, harganya juga ramah banget di kantong (karena sasarannya juga remaja sih haha), sekitar Rp 30 ribuan dan bisa dibeli di Guardian, Watson, ataupun Sociolla.
Nah, kalau kamu, apa sih blush on favoritmu? Kalau sama-sama emina cheeklit cream blush juga, shade mana yang paling kamu suka? Share dong jawabannya di komentar ya! Selamat mencoba!

XOXO!

Za

9 Beauty Products Terfavorit 2018


2018, orang makin banyak yang ngomongin dan peduli sama skin care. Entah ini emang beneran karena makin banyak akun-akun yang bahas soal skin care tahun ini, atau saya yang telat masuk ke dunia ini jadi baru ketemu akun-akun itu. Yap, saya baru nyentuh skin care yang lengkap (alias nggak hanya facial foam, moisturiser, sama sunscreen) di pertengahan tahun ini. Trigger-nya, karena kulit wajah saya waktu itu berasa super kering, dehydrate, hyperpigmentation, clog prone, dan kawan-kawannya 😩

Kulit Sehat adalah Sebagian dari Investasi!

FYI, skin type saya tuh normal to combination dan ini jadi patokan saya kalau beli beauty product terutama skin care. Waktu kulit saya super kering itu, saya banyak tanya-tanya ke temen saya yang lebih expert soal skin care dan juga baca-baca review di Female Daily Apps (follow me @novazakiya hahaha!).
Produk skin care yang pertama saya beli di masa pemulihan ini adalah essence. Konon katanya, essence itu bisa balikin kelembaban kulit. Lama-lama jadilah saya mulai beli-beli yang lain macem toner, micellar water, moisturiser (beda dari yang sebelumnya saya pakai), sheet mask, eye cream, dan lain-lain.
Rasanya, sekali kita beli skin care, tiap gajian bawaannya pengen beli mulu. Dalihnya, kulit yang sehat juga bagian investasi gengs!

Di sisi lain, saya juga mulai hobi pakai eksplor make up, ya walaupun ga se-heavy dan seniat yang lain sih. Cuma no make up make up aja. Sebagian dilakuin karena emang tuntutan profesi saat itu yang harus oncam dan nggak boleh kucel. Eh sama, makin keterusan.
Nah, di penghujung tahun ini, saya pengen share soal beauty product yang jadi favorit saya tahun ini. Ini hasil saya mencoba-coba sampai akhirnya ketemu yang memang beneran cocok. Kali bisa jadip pertimbangan buat kalian beli beauty product juga. Hihi. 

1. SK-II Facial Treatment Essence (FTE)


Sampai detik ini, SK-II FTE jadi produk holy grail buat saya! Karena memang sebagus itu hasilnya cintaaa bangeeet :3
Ini produk penyelamat saya dari ‘kekeringan’ waktu itu. Galaunya bukan main, secara lumayan pricey kalo nggak cocok kan sayang banget. Riset sana sini, tanya tanya ke temen yang pada pernah pake, baca baca review orang yang mostly jarang banget ketemu yang nggak cocok. Waktu itu, pilihan lainnya ada Wardah White Secret Pure Treatment Essence atau Avoskin PHTE yang harganya lebih ramah di rekening. Plus banyak yang bilang si avoskin ini dupe-nya SK-II. Hanya saja, saya mikirnya mending beli sekalian yang mahal deh tapi ngefek ketimbang yang lebih murah trus nggak cocok ujungnya beli yang mahal. Pemikiran yang salah ya? Hahaha.
Saya beli Pitera Set yang isinya si FTE ini, SK-II Facial Treatment Clear Lotion (toner 30 ml) sama sheet mask. Emang hasil terbaik kalau dipake barengan sih. Sebulan pemakaian, kulit rasanya lebih cerah, noda-noda jerawat tersamarkan, berasa lebih pede kalau bare face. Sementara buat ngilangin jerawat kaya review di luaran sana yang bilangnya tinggal kompres semaleman terus besok paginya jerawat kempes, saya nggak merasakannya sih. Huff.
Size FTE 75 ml ini menurut saya cukup awet sih. Saya pakai dari Mei, sekarang bulan Desember baru abis setengahnya. Saya pakai pagi malam, 2-3 tetes di tangan lalu di-tap tap ke wajah secara lembut. Jangan harap wangi karena baunya asem-asem nggak terdefinisi. Tapi ya, sebagus itu. Worth to buy karena ada harga ada rupa! Hahaha.

2. Banana Boat Sunscreen Lotion SPF 110 PA+++


Sunscreen super duper efektif menangkis radiasi sinar ultraviolet yang jahat! Pertama kali saya beli waktu mau liburan ke Belitung. Rutin saya pakai selama mantai di sana dan bener-bener nggak belang. Seseneng itu pulang dari pantai yang panas trus kulit nggak kebakar :3
Sebelumnya bisa dibilang saya sering bolos pakai sunscreen. Tapi, setelah pulang liburan itu jadi rajin pakai sunscreen karena ternyata bahaya juga kalau nggak dipakai setiap hari. Bisa nimbulin dark spot, jerawat sampai risiko kanker kulit. Terlebih, kerjaan saya yang selalu liputan kemana-mana waktu itu bikin makin nggak boleh bolos pakainya.
Enaknya si Banana Boat ini, teksturnya emang cukup rich tapi cepet menyerap. Abis itu pakai make up juga nggak masalah. Udah gitu nggak bikin berminyak dan water resistant. Rajin-rajin re-apply sih, terutama kalau abis wudhu untuk hasil terbaik :3
Berhubung sekarang kerjaan saya lebih banyak di dalem ruangan, saya pakai sunscreen lain yang SPF 50. Si SPF 110 ini saya pakai kalau lagi banyak berkegiatan di luar. Tapi tetep lebih suka pakai ini sih, mungkin karena lebih lama pakai SPF 110 jadi pakai yang lebih kecil berasa nggak ngefek hehe.

3. For Skin’s Sake Stimulate MatrixylTM 3000 Eye Gel


Awalnya tau For Skin’s Sake itu dari Ka Icil yang selalu review cotton pads-nya yang bagus. Nah, kebetulan pas saya mau beli si kapas, mereka baru keluarin si eye gel dan eye cream. Kebetulan lagi, eye cream saya yang sebelumnya abis dan nggak terlalu sreg buat repurchase (nggak terlalu berhasil soalnya). Lucky me, baru launching, dia udah didiskon sekitar 50%-an kalau nggak salah di Female Daily. Ya nggak pakai mikir langsung beli lah haha.
Saya milih eye gel karena dari deskripsinya lebih cocok sama permasalahan di area mata saya yang mata panda, berkantong dan mulai ada garis-garis halus. Dan pas dateng produknya, langsung suka karena pas dipakai jauh lebih relaxing ketimbang eye cream saya terdahulu. Bentuknya gel jadi lebih dingin. Keunggulan lainnya, dia mengklaim dirinya no paraben, no animal testing, no added fragrance dan vegan jadi aman beb.
Eye gel ini cukup ngefek buat saya, karena mata panda lumayan berkurang walaupun nggak ngurang banyak karena masih keseringan begadang. Kayanya hasil terbaik kalau ini dipakai rutin plus nggak tidur terlalu malem deh. Cus lah jadi resolusi tahun 2019!

4. Bioderma Hydrabio H2O


Micellar water terfavorit karena ngapus make up berasa effortless haha. Apalagi ngapus make up mata, tinggal tuang di kapas, diemin sekitar 10 detikan (lebih boleh) di mata, lalu usap halus dan taraaaa… eyeshadow eyeliner langsung keangkat! Kalau waterproof paling perlu diulangin ngusapnya (pake kapas yang sama) dan bersih!
Wanginya lembut. Nggak lengket dan bikin kulit lembab. Pas nggak pakai make up pun tiap malem sebelum cuci muka saya bersihin dulu pakai Hydrabio H2O ini. Karena kotoran yang nyisa di kulit (terutama wajah) bisa nyumbat pori-pori dan bikin jerawat. Tapi, sangat tidak disarankan pakai ini buat ngapus lipstick karena rasanya pahit.
Soal kenapa saya pilih si Hydrabio yang biru ini, karena seri ini memang dibuat untuk kulit yang dehidrasi, cocok sama masalah kulit saya yang selalu berasa kering. Sementara yang hijau si Sebium itu buat kulit berminyak dan berjerawat, dan yang pink si Sensibio itu buat kulit sensitif.
FYI, kulit dehidrasi sama kulit kering itu beda ya. Kulit kering itu biasanya bawaan dari lahir karena rendahnya produksi minyak di kulit. Cirinya, kulit berasa nggak elastis, kusam, garis halus di wajah keliatan, bahkan sampai bisa terkelupas. Bisa juga karena perubahan cuaca sih.
Sementara kalau kulit dehidrasi itu bisa dialami oleh skin types manapun, mau kulit kering, normal ataupun berminyak. Penyebabnya bisa karena polusi, obat, eksfoliasi berlebihan dan juga perubahan cuaca ekstrim. Intinya, kulit kurang air jadi berasa kering, lebih sensitif, muncul garis wajah plus terkadang juga gatel. Kalau udah gini, banyak banyak minum air putih atau pakai skin care yang mengandung hyaluronic acid.

5. Bioderma Hydrabio Gel-Crème


Moisturiser ini dapet awalnya dapet sepaket sama Bioderma Hydrabio H2O yang value set (kemasan 15 ml). Sama sekali nggak expect apapun pas pertama pakai, karena udah punya moisturiser sendiri yang rasanya udah cocok bertahun-tahun. Bahkan pas awal pemakaian, rasanya sempet ada rasa gatel di bagian pipi yang bikin saya pakai kalau mau keluar rumah sebentar (bukan buat ke kantor).
Tapi, lama kelamaan berasa efeknya. Kulit lebih lembab dalam waktu yang cukup lama yang pasti, rasanya lebih halus dan cerah, juga ringan pas dipakai karena cepat menyerap. No paraben, non-comedogenic, dan hypoallergenic. Rasanya kaya yang, ‘wah ini nih rasa yang selama ini saya cari pas kulit saya dehidrasi’. Alhasil, jadilah beli lagi yang 40 ml karena yang 15 ml jelas lebih cepat habis. Hehe.

6. Vaseline Repairing Jelly


Jadi, selain masalah kulit yang suka berasa dehidrasi, bibir saya juga cukup sensitif dan gampang banget kering. Apalagi kalau salah pakai lipstik alias nggak cocok, kulit bibir langsung ngelupas dan bawaannya pengen dikelet mulu tapi sakit. Makanya, produk ini jadi penyelamat bibir saya yang gampang kering huhu.
Kalau dipakai sebelum tidur, bangun pagi bibir tuh rasanya lembut banget. Kalaupun ada kulit mati, dia ngelupas sendiri gitu, kaya tinggal kita angkat nggak pake effort berlebih. Saya juga pakai ini sebagai base sebelum pakai lip cream. Secocok-cocoknya saya sama lip cream, tetep saya lebih suka mencegah bibir ngelupas dengan pakai ini dulu.
Nah, selain buat bibir, si Vaseline ini tuh multifungsi buat anggota tubuh lainnya. Kalau saya pribadi kadang suka pakai di kulit yang bener-bener kering misal di siku tangan atau tumit kaki atau bagian tubuh lainnya yang kering. Pas dioles memang rasanya kurang nyaman sih, karena berasa panas nggak seger. Tapi efek setelahnya, lembut itu kulit yang sebelumnya kering.
Ini produk yang selalu saya bawa kemana-mana karena tiap ngerasa kering bibirnya langsung dioles ini deh.

7. Pond’s Magic Powder BB


Saya pernah nulis kenapa saya sesuka ini sama Pond’s Magic Powder BB dan ini bedak ketiga saya. Dua sebelumnya beli di Thailand karena belum masuk Indonesia. Tapi sekarang udah masuk jadi gampang belinya dan mureeeeeh banget beb.
Bedak ini tuh seringan dan se-translucent itu jadi berasa nggak medog alias nggak terlalu keliatan bedakan dan saya suka yang begini hehe. Bedaknya warna coklat beige gitu trus ada glitter-nya tapi pas dibaur ke wajah langsung nge-blend dan menyesuaikan sama skin tone kita. Lumayan matte dan coverage-nya oke walaupun nggak menyamarkan noda-noda hitam bekas jerawat 100 persen. Yang jelas, nggak bikin kucel muka hihi.

8. Face Glow By Lizzie Parra


Ini produk baru launching bulan November tapi sukses bikin saya sejatuh cinta itu. To be honest, saya nggak terlalu suka pakai blush on powder, lebih seneng pakai cream blush karena hasilnya yang lebih natural dan nggak bikin bruntusan. Karena saya ngikutin banget akun @blpbeauty dan Ka Icil, lihatlah pas acara launching-nya. Udah tergoda, tapi masih ditahan. Besokannya pas ke Lotte mampir ke Beauty Space (offline store-nya BLP), nyobain dan sesuka itu sama hasilnya 😭.
Dia tuh sekali disapu di pipi aja langsung keluar warnanya, natural banget kaya pipi tuh merona alami. Saya sengaja cari alasan biar nggak beli dengan tanya produk ini lebih cocok kalau pakai foundation ke BA-nya. Eh dia langsung bilang kalau dia sekarang lagi nggak pakai foundation tapi pakai blush on ini dan hasilnya bagus. Entah beneran atau nggak tapi saya langsung nggak bisa menolak dan sama sekali nggak nyesel udah beli.
Jadi produk ini isinya ada blush on dan highlighter. Saya beli yang summer sunrise, alias yang warnanya coral jadi natural banget pas dipakai. Saya make sehari-hari buat ngantor dan tanpa foundation tetep kece, malah belum pernah coba kalau pakai foundie gimana hasilnya. Highlighter-nya juga nggak lebay, dipakai ke kantor pun nggak masyalah. Shade ini yang paling favorit lho kata BA-nya BLP. Dan saya berhasil meracuni temen tuk membelinya gegara dia baca review saya di Instagram hihi.
Sebenernya pengen banget nulis review-nya di satu artikel terpisah, nanti ya kita buat. Karena waktu itu udah foto tapi ternyata nggak terlalu keliatan kalau difoto blush-nya. Padahal udah tebel pakenya huhu.
Oh ya, BLP juga ngeluarin brush dan itu lembut banget. Saya punya yang brush-nya blush on jadi udah paket lengkap banget deh sukaaaaa :3

9. Lip Coat Peach Soda By Lizzie Parra


Lagi-lagi dari produk @blpbeauty yang sulit untuk saya tolak. Dari awal launching, udah secinta itu sama shade-nya. Ini udah repurchase yang kedua kalinya karena menurut saya ini warna peach yang saya banget.
Pas dipakai di bibir peach-nya oke, nggak gonjreng yang orange banget gitu dan bikin muka kelihatan fresh. Perasaan saya yang dari dulu nggak berubah, setiap pakai lip cream ini tuh warna blush on saya jadi lebih keluar (warna pipi merona alami gitu beb), mau pakai face glow atau cream blush.
Ringan banget pas dipakai dan nggak lengket. Walaupun matte, tapi dia nggak bikin bibir saya kering dan pecah-pecah (kaya yang tadi saya bilang, bibir saya cukup sensitif sama lipstik huhu). Coverage-nya oke, pigmented alias nggak perlu oles banyak biar warnanya keluar. Tapi, agak transferable sih karena kalau saya minum pagi-pagi di kantor suka nempel lipstiknya. Memang nggak banyak sih, warna yang stay di bibir juga masih bagus hehe.
Yang saya suka lagi dari lip coat ini tuh dia kalau warnanya udah ilang menyisakan warna bibir asli yang lebih cerah. Tapi ini berlaku di bibir saya ya, nggak tau kalau di kalian seperti apa. Yang jelas, saya belum menemukan warna peach yang secocok ini. Rasanya semua warna peach keluaran @blpbeauty itu adalah pencarian saya selama ini haha.
Baca selengkapnya cerita saya soal produk ini di [BEAUTY]: Review Lip Coat Peach Soda By Lizzie Parra.

Final Thoughts

Memang sejak Mei tahun ini saya udah nyobain beragam skin care dan make up. Tapi lebih banyak jajan skin care sih karena rasa ingin tahu saya yang tinggi (namanya juga anak baru masih seneng senengnya). Apalagi tiap bulan ada aja produk baru yang keluar, mau itu produk lokal ataupun Korean skin care yang lagi happening banget dan masuk ke Indonesia. Salahnya saya, semua saya cobain dan dalam waktu yang bersamaan jadi pas muncul purging atau breakout nggak gampang buat nyari penyebabnya.
Kaya sekarang, kulit saya jadi muncul bruntusan terutama di bagian pipi dan jidat. Jadi saya ngelakuin skin care detox buat ngembaliin kulit saya dulu. Skincare detox ini masih di tahap mengurangi skin care yang saya pakai dan balik lagi ke produk awal saya yang memang udah cocok.  Next, saya mau coba detox makanan juga sih.



Nah, 9 produk favorit saya ini termasuk yang masih saya pakai sampai sekarang (produk make up-nya cuma 3 haha). Nanti saya ceritakan ya kalau skincare detox saya berhasil, plus review skin care yang saya pakai. Nggak kayak produk make up yang bisa langsung di-review dalam waktu pemakaian 2 minggu, saya butuh waktu sebulanan lebih untuk lihat hasil dari skincare yang saya pakai. Itu kalau nggak males hahaha.
Jadi kalau kalian, beauty product apa yang paling favorit di tahun ini? Share di kolom komentar ya!

XOXO!
Za

[BEAUTY]: REVIEW BIORE UV AQUA RICH WATERY ESSENCE SPF 50+ PA++++


Biore UV Aqua Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++ ini bisa dibilang sunscreen sejuta umat. Dimana-mana, entah itu tutorial make up para beauty influencer, review di Female Daily atau temen-temen sendiri, hampir sebagian besar pakai sunscreen biore ini. Saya pribadi penasaran pakai sunscreen biore ini karena terus-terusan liat Kak Icil (@bylizzieparra) yang kalau tutorial daily make up pasti diawali dengan biore dan doi selalu bilang ini bagus. Ya kan anaknya gampang tergoda sama review-an orang yak ini :3
Bahkan baru-baru ini, di Twitter ada sebuah thread yang bilang sunscreen Biore Watery Essence ini ada versi KW-nya. Serem ndak sih :(
Emang sebagus apa sih si mungil biru ini menghalau sinar matahari di kulit kita? Saya tuliskan review saya pribadi setelah saya pakai sebulanan ini ya~

Kenapa Butuh Sunscreen?

Sunscreen is a must! Pemakaian sunscreen tuh jadi tahapan rutin skincare yang sangat penting dilakuin. Karena sinar matahari di atas jam 9 pagi itu jahat. Hahaha. Kalau masih pagi sampai jam 9 itu, matahari lagi oke-okenya karena ada kandungan vitamin D yang bagus buat kita. Tapi, kalau setelah itu, better nggak kena paparan sinar matahari langsung. 
Efek yang paling berasa banget buat saya pribadi kalau si matahari ini udah mulai ‘nakal’ itu perih banget di kulit, berasa kaya nusuk-nusuk gitu. Tapi bisa jadi beda di kalian karena jenis kulit kita kan beda-beda.
kalau judulnya liburan ya udah pasti WAJIB hukumnya PAKE SUNSCREEN!
Hampir semuanya akan menyarankan pemakaian sunscreen setiap hari, bukan cuma pas lagi liburan ke pantai atau berenang aja. Bahkan pemakaiannya sangat direkomendasikan buat kalian yang banyak beraktivitas di lapangan. 
Sunscreen punya fungsi buat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB yang bisa bikin kulit kita rusak, penuaan dini (plus dark spot, beb) dan berisiko kanker kulit. Makanya, lebih baik mencegah daripada mengobati, ya kan?
Kalau saya mulai rutin pake sunscreen ketika saya mulai turun ke lapangan. Karena sebelumnya cuma di kantor, saya pikir day cream yang ada SPF nya udah cukup. Tapi pas saya mulai liputan, inget banget itu hari pertama, kulit tuh langsung ‘cekit-cekit’ rasanya. Perih banget. Barulah dari situ konsultasi sama temen, browsing dan lain-lain, langsung pakai sunscreen.

Tergoda Sunscreen Biore

Bukan bukan, biore ini bukan sunscreen pertama saya. Kayaknya waktu itu belum masuk Indonesia juga sih (FYI, biore ini sunscreen dari Jepang). Sunscreen pertama saya itu merknya ISIS Pharma, dikasih sama dokter kulit dan kecantikan pas abis wawancara dia (buat liputan saya). Cuma karena merknya yang kurang awam, setelah habis saya pakai Banana Boat. Nggak tanggung-tanggung, SPF nya yang 110. Karena pas itu mau liburan ke Belitung juga sih hahaha.
Tapi di tengah-tengah pemakaian si banana ini, sunscreen biore mulai berseliweran di Instagram saya. Ya kan anaknya mudah penasaran dibilang, makanya pas begitu habis, langsung beli si biore ini. Saya beli di Sociolla harganya sekitar Rp 115.800,-.

Mari Kita Ulas dari Packaging

Saya suka sih packaging-nya, simpel banget dengan warna gradasi biru, enak adem diliatnya. Tulisan di mukanya juga nggak banyak, cuma “Bioré UV AQUA Rich Watery Essence SPF 50+ PA++++”. Dia travel-friendly abis, di pouch tuh sama sekali nggak makan tempat. Tube-nya ditutup ulir kaya krim-krim kebanyakan, terus lubangnya itu pas banget. Nggak terlalu kecil tapi nggak terlalu besar, jadi nggak perlu effort aja buat keluarin krimnya.
Sementara di baliknya, full tulisan Jepang yang isinya deskripsi produk. Maap maap nih karena belum lancar Bahasa Jepang jadi belum bisa bacanya hehe. Tapi jangan sedih, deskripsi dalam Bahasa Indonesia tertera di kemasan kotaknya.

Katanya Suncreen Biore itu...

si tutup ulir kemasan biore uv aqua rich watery essence
Sunscreen Biore ini mengklaim dirinya punya teknologi baru, yaitu UV Block dalam Watery Capsule, yang memberikan perlindungan kuat dari sinar UVA dan UVB dengan SPF 50+. Dia juga mengandung Hyaluronic Acid, Royal Jelly dan campuran ekstrak Citrus yang menjaga kelembaban kulit. Ini juga diperkuat dengan teksturnya yang ringan seperti air, nggak lengket dan bikin seger.

Bahan-bahannya

*brb belajar baca tulisan Jepang biar bisa kuliah di Jepang*
Water, Alcohol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Lauryl Methacrylate/Sodium Methacrylate Crosspolymer, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Acrylates/C10-30 Acrylate Crosspolymer, Glyceryl Stearate, Agar, Polyvinyl Alcohol, Sodium Hyaluronate, Citrus Gandis,  Citrus Medica Limonum, Citrus Aurantium Dulcis, Xylitol, Butylene Glycol, Propylene Glicol, Sodium Hydroxide, Potassium Hydroxide, Phenoxyethanol, Disodium EDTA, BHT, Fragrance.

Tekstur

Seperti yang selalu dibangga-banggakan, sunscreen Biore ini punya tekstur yang ringan dan watery sesuai namanya. Warnanya agak putih kehijau-mudaan sih kalau menurut saya. Wanginya seger ala-ala citrus tapi ya nggak terlalu nyengat.
Kulitnya keliatan kering ya? Huff
Pas diaplikasiin ke kulit, dia ada sensasi dingin (yang didapetin dari alkohol) dan mudah menyerap. Nggak lengket, nggak greasy, ringan dan yang penting nggak ninggalin whitecast yang suka jadi momok kalo kita pake sunscreen. Rasa-rasanya mungkin hampir mirip sama kalau kita abis cuci muka pakai air gitu.

Cara Pemakaian

Layaknya pakai krim muka pada umumnya sih, tinggal usapkan merata di wajah sama leher. Karena SPF-nya cuma 50, kalau kalian banyak beraktivitas di luar, jangan lupa ­re-apply secara berkala, misal setelah wudhu atau berkeringat. Kalau kalian cuma pakai pagi doang sih sama aja bohong huff.

Jadi, Menurut Saya...

Terhitung sudah satu bulan saya pakai sunscreen Biore. Saya pakai sebagai step terakhir morning skin care routine saya, sebelum pakai bedak (Pond’s Magic Powder BB andalan!). Ya emang beneran nggak perlu nunggu lama sih buat pakai bedaknya karena beneran secepat itu menyerapnya.
Wanginya seger sih dan itu kadang bisa jadi mood booster gitu sebelum beraktivitas pagi menghadapi macetnya Jakarta. Sunscreen ini menyarankan dirinya untuk dipakai sekitar 15-20 menit sebelum beraktivitas di luar. Tapi ya dalam kurun waktu yang disarankan itu, kadang buat saya nggak terlalu ngefek.
Maksudnya gini, kulit saya tuh lumayan sensitif kalau kena sinar matahari. Apa ya dibilangnya, jadi kaya sunburn suka perih gitu (untung nggak sampai muncul ruam sih). Saya suka sebutnya dengan istilah “cekit cekit”. Nah tapi, si Biore Aqua Rich ini lumayan nggak bikin ‘cekit cekit’, tapi ‘gremet gremet’. Ibaratnya kalau diurutin, ‘cekit cekit’ itu di level yang perih kena matahari, si ‘gremet gremet’ ini ada di posisi dia dibilang perih nggak, tapi dikata nggak perih juga nggak. Simpelnya, efeknya lebih ringan dari kata ‘cekit cekit’. Hahaha bingung nggak?
Terus menurut saya juga nggak terlalu ngefek sih karena kadang kulit berasa agak kusem juga. Nggak paham sih apakah ada hubungannya sama sunscreen sebelumnya yang saya pakai SPF-nya lebih tinggi (SPF 110 by the way). Cuma karena sekarang saya lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan alias nggak terpapar sinar matahari langsung jadi ndak masalah sih. Yang penting, kulit nggak langsung kena sinar matahari. Dah gitu aja.
Abis pake sunscreen terus pake bedak ndak masalah~
Oh ya, sama satu lagi. Beberapa hari setelah pemakaian, kulit saya agak bereaksi dengan munculnya jerawat kecil (ada 3 langsung dan 2 di anak rambut) di pojokan jidat. Ini bukan tempat yang biasa buat saya tumbuh jerawat dan saya tuh tipikal yang jerawatannya karena siklus (mau haid), sementara pas saya pakai ini yang pertama kalinya tuh masih jauh banget dari siklus. Jadi mungkin ini purging karena produknya masih saya pakai sampai sekarang dan jerawatnya nggak nambah. Tapi jadi PR karena ngilangin bekasnya :((
Efek ini mungkin akan beda-beda di masing-masing orang, karena skin type kita yang berbeda. Kalau saya tipe normal to combination.
Coba saya poinkan ya.
(+)
Tekstur ringan, cepat meresap dan kasih efek dingin di kulit
Tetep bikin lembab kulit kaya berasa abis cuci muka
Nggak ada yang namanya whitecast atau greasy setelah pemakaian
Wanginya seger banget cocok dipake siang-siang
Aman-aman aja setelah pakai sunscreen lalu pakai bedak (atau foundation kalau lagi mau dandan formal)
Harganya terjangkau beb!

(-)
Ada alkoholnya
Buat saya nggak terlalu ngefek karena masih ‘gremet gremet’ di kulit 
Kurang cocok dipakai buat beraktivitas di luar ruangan/liburan ke pantai

Overall, saya sih suka. Repurchase? Belum tau sih, malah kepikiran buat balik lagi ke merk sunscreen saya sebelumnya (berasa ngefeknya karena SPF-nya lebih gede haha padahal 50 juga cukup sih). Tapi saya rekomendasiin ini buat kalian yang nggak banyak beraktivitas di luar ruangan. Gimana pun juga, kita harus tetep pakai sunscreen setiap hari dan menurut saya ini lumayan banget terjangkau harganya.
Sama satu lagi, kalian bisa beli di drugstore macem Guardian Watson Century atau di Sociolla kalau mau online. Seenggaknya udah terjamin keasliannya. Kalaupun ada masalah ya kita tau bisa komplen kemana. Sejak beredarnya ulasan soal fake Biore Aqua Rich ini jadi beneran kudu hati-hati. Kalau pengen tau, search aja deh di Twitter. Thread-nya lengkap sama foto yang mungkin bisa jadi pertimbangan kalian buat menilai keasliannya.
Jadi, tertarik pakai sunscreen sejuta umat ini? Atau bahkan udah pernah pakai? Share yuk pengalaman kalian di sini. Hihi

XOXO!
Za