Mungkin Bisa Menjadi Sebuah Renungan Untuk Kita

8:12 PM Nova Zakiya 2 Comments

Dunia hiburan kembali dikejutkan oleh meninggalnya salah satu personel Trio Libels, Yanni Djunaedi atau yang biasa kita kenal Yanni Libels. Di toilet Bandara Soekarno Hatta sesaat setelah pesawat yang membawanya mendarat, almarhum mengeluh sakit dan minta tolong petugas toilet. Ia langsung dibawa ke ruang medis setempat, namun nyawanya tak tertolong. Besar dugaan ia meninggal akibat serangan jantung.

2 jam sebelum kejadian, almarhum masih sempat membuat status di media sosialnya. Umur memang tak pernah ada yang tahu kapan habisnya. Lalu, produser saya meminta data siapa saja artis yang meninggal akibat serangan jantung. Sebut saja, Alm. Adjie Massaid, Ricky Jo, dan Basuki. Ketiganya meninggal secara tidak terduga (bisa dikatakan demikian). Alm. Adjie Massaid dan Alm. Basuki meninggal setelah bermain futsal, sedangkan Alm. Ricky Jo setelah meeting di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan. Gejalanya sama, mengeluhkan rasa sesak dan sakit di dadanya.

Saat saya mencari data-data mengenai mereka, jujur saja pikiran saya sangat kalut. Tidak tidak, bukan karena saya memiliki hubungan saudara dari mereka, namun ini terjadi dengan orang yang sangat saya sayangi.

Telepon di akhir pekan tetap menjadi rutinitas saya dengan mama dan abah. Namun, minggu ini terasa berbeda dari segi bahasannya.

“Kamu lagi libur? Masuk apa minggu depan?” 

“Iya liburnya Sabtu Minggu. Tapi minggu depan udah mulai masuk siang.” 

Basa-basi dengan obrolan yang menyenangkan.

“Nok, mama baru pijet. Mama kan suka tiba-tiba dadanya nyeri trus sesak. Kata Bu RT (mama dekat sama bu RT memang) coba suruh periksa atau pijet di daerah Talun (Kabupaten Pekalongan). Ya udah mama kesana dianter abah kan ya. Tau ga mama dateng jam 8 padahal ya baru beres jam 4 sore saking ngantrinya. Itu sistem pijitnya cuma pijit telapak kaki, jadi ketahuan sarafnya yang sakit nyambungnya kemana.”

“Trus katanya gimana?” 

“Iya, yang sakit nyambungnya ke jantung. Di bagian yang dipijet yang nyambung ke jantung itu juga merah dan sakit banget. Katanya sebenernya mama udah lama tapi diabaiin aja. Iya sih, sakit di dadanya emang suka dirasain doang, kan mama kira angin biasa ya.”

Saya diam. Nahan nangis supaya ngga kedengeran sama mama. Lalu beliau melanjutkan,

“Mba Fat (kakak saya) juga bilang gitu. Temennya yang bisa ‘liat’ katanya ngasih tau kalo mama ada sakit jantung. Tapi kan mama ngga pernah peduliin itu, males periksa hehe. Oh ya, abah juga minta dipijit biar tahu ada penyakit apa kan. Tapi Alhamdulillah abah sehat, biar gemuk tapi ngga ada penyakit apa-apa. Ya cuma ginjal sebelah kanan kalo ngga salah agak kotor, kurang minum air putih.”

“Mama ngga mau periksa ke dokter?”

“Nggak ah, ini aja pijit. Kebanyakan obat ngga baik buat tubuh. Banyak bahan kimia.”

Dalam pembicaraan telepon tersebut, mama tampak tenang dan baik-baik saja, malah dianggap bercanda. Sedangkan lawan bicaranya sudah menangis diam-diam, sambil sesekali menjawab pertanyaan mama.

Jalan 6 tahun saya merantau jauh dari orang tua. Yang paling sedih bukan karena jauhnya, tapi ketika saya tak menyadari bahwa mama dan abah semakin tua dan sakit seiring berjalannya waktu. Jujur saya tidak pernah menyangka penyakit tersebut akan mampir di keluarga saya. Dan saya pun bukan orang yang bisa pulang setiap saat, baik secara finansial maupun waktu. Semua memiliki perencanaan. Tapi perencanaan kemudian kalah dengan adanya kabar ini.

Selama ini yang saya lihat, mama sehat-sehat saja. Tak pernah keluar keluhan apapun selain merasa badan pegal-pegal. Sakit pun hanya sebatas flu karena pergantian musim. Jika ditanya mengenai gaya hidup, mama bukan tipikal orang yang neko-neko. Semua makanan beliau masak sendiri tanpa menggunakan MSG. Setiap hari makan sayur dan makanan sehat lainnya juga teratur (beda dengan anaknya yang makan asal comot dan seinginnya saja). Mama tipikal orang yang aktif bergerak. Beliau superpower yang juga bisa mengerjakan pekerjaan yang biasanya dilakukan laki-laki.

Kita semua tahu, penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang merenggut nyawa paling kejam karena tanpa permisi. Memang semua itu kehendak Yang Di Atas, Yang Maha Memiliki. Dan Tuhan pasti tahu apa doa saya untuk mama, agar mama sembuh, terus diberikan kesehatan karena rasanya masih banyak jasa beliau yang belum saya balas. Saya ingin membahagiakan beliau dan masih banyak keinginan-keinginan lainnya yang Tuhan pasti tahu apa yang ada di dalam hati saya.

Saya menulis hal ini bukan karena apa-apa. Hanya sebagai pengingat dan bahan introspeksi, penyakit apapun bisa datang ke kita kapan saja, meskipun kita tidak pernah neko-neko dalam menjalani hidup. Benar apa yang orang sering bilang, sehat itu mahal harganya.

Saya ingin mengutip sebuah pesan yang dituliskan oleh Alm. Yanni Libels di akun facebooknya, tertanggal 24 Maret 2015 pukul 07.37 WIB, yang barangkali bisa dijadikan sebagai bahan renungan.

INI BUKAN PESAN
“SAYA PIKIR... SAYA PIKIR...”
Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta – ternyata harus banyak memberi
Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat – ternyata ada langit di atas langit
Saya pikir, kegagalan itu final – ternyata hanya sukses yang tertunda
Saya pikir, sukses itu harus kerja keras – ternyata kerja cerdas
Saya pikir, kunci surga ada di langit – ternyata ada di hatiku
Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap permintaan – ternyata Tuhan hanya memberikan yang kita perlukan
Saya pikir, makhluk yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar, atau yang paling kuat – ternyata yang paling cepat merespon perubahan
Saya pikir, keberhasilan itu karena turunan – ternyata karena ketekunan
Saya pikir, kecantikan luar yang paling menarik – ternyata inner beauty yang lebih menawan
Saya pikir, kebahagiaan itu ketika menengok ke atas – ternyata ketika melihat ke bawah
Saya pikir, usia manusia itu diukur dari bulan & tahun – ternyata dihitung dari apa yang telah dilakukannya kepada orang lain
Saya pikir, yang paling berharga itu uang & kekuasaan, emas permata – ternyata BUKAN juga... yang paling penting dan paling mahal itu “KESEHATAN dan NAMA BAIK

2 comments:

  1. Talun? Tempat siapa ya Zaq..aku malah gtau

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku lupa namanya siapa mba nurul. katanya deket ke Donowangun juga. terkenal si bapak itu banyak yang dateng

      Delete