Cerita Ibu dan Anak Malam ini

9:24 PM Nova Zakiya 0 Comments

Ada sepasang ibu dan anak yang memiliki kebiasaan rutin: telepon tanpa mengenal siang dan malam. Hal ini dilakukan karena sang anak tinggal jauh dari orang tuanya.

Siapa yang menelepon pun bergantian, kadang sang anak, lebih sering sang ibu duluan. Berbagai respon pun pernah didapat. Adakalanya senang, sedih, ataupun jengkel. Jika sang anak dirasa sedang tidak mood, ibu pamit menutup telepon. Satu detik kemudian, sang anak balik menghubungi untuk meminta maaf atas sikapnya yang tidak sopan. Lalu suasana kembali cair seperti sedia kala.

Malam ini sang ibu kembali menelepon, setelah sang anak mengabarkan kondisi terakhirnya melalui pesan singkat. Iya, sang anak yang tinggal di perantauan sedang sakit, yang ternyata sang ibu di kampung halaman pun mengalami hal yang sama namun beda penyakitnya.

Sang anak berusaha mengemas kondisinya secara ceria, meski kenyataannya ia panik tidak karuan. Sang anak hanya tidak ingin membuat sang ibu khawatir akan kondisinya. Ia ingin ibunya lekas sembuh tanpa harus memikirkan dirinya.

Berganti topik, sang ibu bercerita dengan antusias dirinya baru saja membelikan sebuah baju muslim untuk cucu pertamanya yang berumur 5 tahun. Lalu bercerita mengenai toko tempat membeli baju itu. Sang anak pun dengan antusias ingin membelikan baju muslim untuk sang ibu, yang kemudian dijawab 'jika terlalu mahal mending tidak usah'. Namun sang anak tetap kekeuh ingin membeli untuk ibunya.

Tanpa sadar sang anak menguap. Sang ibu menyadari lalu menyuruhnya untuk lekas tidur. Namun kembali lagi sang anak membuka topik pembicaraan yang panjang untuk ditanggapi sang ibu. Sang anak mengeluh matanya memerah, ia belum sembuh betul. Sang ibu menenangkan, mungkin hanya mengantuk saja. Lalu sang ibu pamit, gratisannya sudah habis. Ia menyuruh anaknya untuk lekas tidur karena besok pagi harus kembali bertemu dokter sebelum berangkat ke kantor.

Pembicaraan pun selesai. Sang anak mendoakan agar ibu dan bapaknya tetap diberi kesehatan sehingga sang anak bisa terus berusaha untuk membahagiakan keduanya.

Sekian.

0 comments: