Music of the Week : FRAU

8:52 PM Nova Zakiya 0 Comments



Cover album Starlit Carousel
Minggu ini, telinga saya sedang dimanjakan oleh suara Frau di kantor. Lirik yang tidak biasa, dikemas dengan musik yang apik dan alunan Oskar, sang piano digital miliknya, mampu menunjang semangat bekerja. Sebenarnya tahu tentang Frau sudah cukup lama, namun baru mendengarkan lagi setelah salah satu teman membaginya di salah satu jejaring sosial. Langsung buka di soundcloud dan mendengarkan kembali lagu-lagu dari penyanyi asal Yogyakarta bernama asli Leilani Hermiasih.

Bagi orang awam yang mendengar lagu-lagunya mungkin akan merasa aneh dengan pilihan kata di setiap lirik lagunya. Bukan jenis lagu seperti yang kebanyakan orang dengarkan dan sarat makna. Bayangkan saja, apa yang ada di benak kalian saat mendengar judul lagu ‘Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa’?

Bicara soal lagu tersebut, Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa merupakan favorit saya di album Starlit Carousel. Bukan, ini bukan kisah cinta alien dan sejenisnya. Lagu ini sebenarnya milik Melancholic Bitch, yang kemudian ia bawakan kembali bersama Ugoran Prasad.

Di rentang waktu yang berjejal dan memburai, kau berikan
Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan
Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku
Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh
Kita adalah sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa
Seperti takkan pernah pulang kau membias di udara dan terhempaskan cahaya
Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah jauh ke permukaan
Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang, karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

Apa yang ada di benak kalian saat membaca lirik ini? Maknanya tersirat. Yang saya tangkap, lagu ini tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tetap utuh meski merasa seluruh dunia menolak kebersamaan mereka. Mereka tetap tegar menghadapi banyak tentangan dari sekitarnya, bahkan membuat dunia mereka sendiri (di kata 'luar angkasa'). Just my opinion.

Lagu lain yang saya suka di Starlit Carousel adalah Mesin Penenun Hujan ciptaan Lani sendiri. Bercerita tentang perpisahan, namun bukan seperti lagu galau kebanyakan. Kemasannya manis, begitu juga dengan liriknya. Mengajarkan kita agar tidak terlalu larut dengan kesedihan akan perpisahan (putus cinta misal). Seperti kata pepatah, jika kita ingin melihat pelangi, tak ada salahnya menunggu hujan reda bukan?
Kau sakiti aku, kau gerami aku
Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar
Kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang, ku kan jadi hujan
Tapi tak kan lama, ku kan jadi awan

Saya bukan seorang pengamat musik, jadi yang saya tulis disini hanyalah sekelumit pendapat yang ada di otak saat playlist memutar lagu-lagu dari Frau. Akhir kata, maju terus musik indie di Indonesia! Tetaplah berkualitas!



0 comments: