[Review Buku] : Lautan Langit - Kurniawan Gunadi

12:07 AM Nova Zakiya 2 Comments

"Kita tidak pernah tahu kapan waktu yang tepat kecuali kita menjalaninya."

Identitas Buku
Judul : Lautan Langit
Penulis : Kurniawan Gunadi
Penerbit : CV IDS
Tahun Terbit : 2015
Jumlah Halaman : 208


Sinopsis
Lautan dan langit itu sama-sama luas, sama-sama tak bertepi. Keduanya tidak bisa kita ukur dengan satuan. Lautan dan langit itu sama-sama terlihat biru, padahal kita sama-sama tahu bahwa sebenarnya keduanya jernih, bening, tanpa satu warna pun ada di dalam dirinya.
Bisakah kesabaran kita seluas lautan? Bisakah hati kita sejernih langit? Kalau pun suatu saat kita melihatnya berubah warna karena terpaan sinar matahari, bisakah warna itu memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi siapa pun yang memandangnya? Sebagaimana hati kita, bisakah warna yang lahir darinya adalah warna kebaikan yang tulus, ikhlas, dan bisa dirasakan oleh hati orang lain?
Hidup kita tentu tidak lepas dari berbagai permasalahan. Maka, kita akan sama-sama meluaskan ruang penerimaan di hati kita agar senantiasa lapang. Selalu memberikan ruang untuk belajar, ruang kesabaran, ruang keikhlasan, dan ruang yang penuh dengan prasangka baik.

Luasnya hati tidak pernah bisa kita saksikan wujudnya. Setiap orang yang kita temui tengah bergelut dengan dunianya sendiri. Dunia yang tentu saja sebagaimana dunia yang kita pijak hari ini, memiliki lautan dan langit. Tempat yang luas untuk menampung segala keresahan dan ruang yang luas untuk dimaknai. Tempat itu adalah hati.

Ulasan
Sedikit bercerita mengenai awal mula saya tahu Kurniawan Gunadi. Saya mengenal karya Kurniawan Gunadi dari senior saya di kampus (kebetulan berasal dari satu daerah pula), Mba Nurul. Saat itu, saya membaca ulasannya di blog mengenai buku pertama Kurniawan Gunadi (selanjutnya akan saya tulis Mas Gun ya), Hujan Matahari (boleh intip tulisannya di sini).
Penasaran, pulang kantor saya cari di Gramedia, tapi tidak ada. Langsung saja setelah itu saya bertanya kepada Mba Nurul, dapat buku itu darimana, eh nggak tahunya, buku ini indie alias self published. Informasi ini dari tumblr Mas Gun (setelah itu saya langsung membuat akun tumblr buat follow laman Mas Gun). Tak puas hanya membaca Hujan Matahari milik Mba Nurul dan via tumblr saja, saya memutuskan untuk pesan Hujan Matahari di PO berikutnya. Lalu, buku kedua Mas Gun, Lautan Langit, terbit juga di tahun 2015.

 "Semoga Allah menyelamatkan orang-orang yang lemah karena jatuh cinta."

Mas Gun mengajarkan kita cara jatuh cinta dengan tetap mengingat Sang Pencipta. Diulas dalam bentuk kumpulan cerita pendek, Mas Gun memberikan banyak kisah unik yang kita amini kebenarannya dan mungkin sebagian kita alami dalam kehidupan nyata. Tak ada tokoh yang pasti, selain tokoh 'aku'. Membaca satu cerita, lalu berkata, "ah, ini gue banget." atau "kok sama gini sih?". Membuka halaman lagi, menjelajah cerita yang lain lagi, lalu berkata hal yang sama lagi hahaha. Jika ditanya cerita mana yang menjadi favorit saya, postingan yang ini pasti akan panjang sekali saking banyaknya.

Yang saya rasakan selama membaca buku Mas Gun, belajar agama tak pernah se-informal ini. Mas Gun sukses membawa pembacanya berangan, namun tetap berada di jalan-Nya, jalan yang benar. Ini memang bukan buku agama, tapi membacanya cukup memberikan kita pencerahan (terdengar lebay sih memang hehe).

Well, selamat Mas Gun! Anda sukses menebak isi hati para perempuan ini hahaha.

Quote Favorit








Perempuan yang baik adalah perempuan yang sulit dimengerti. Sebab penjagaan dirinya yang begitu rapi, hingga tak ada celah buat orang lain mengetahuinya (3)
Urusan waktu adalah urusan yang paling rumit yang pernah kuhadapi. Tidak bisa diajak berkompromi, tidak bisa diminta untuk lebih pelan atau lebih cepat, tidak bisa ditebak apa yang akan terjadi bahkan satu detik kemudian. Semua serba rahasia (79)
Mengapa banyak cinta yang terluka sebelum terjadi ikatan yang suci lagi baik? Karena disana tidak ada ikatan. Kalaupun merasa terikat, itu sesuatu yang tidak ada sama sekali. Siapa pun bisa meninggalkan siapa pun, kapan pun, bahkan dengan alasan-alasan yang sederhana, hilang rasa misalnya. Karena disana tidak ada komitmen yang jelas antara keduanya. Negara bahkan tidak bisa menindaknya dengan hukum (83)
Kita berharap yang terbaik tapi sering lupa bahwa yang terbaik itu kadang adalah yang diperbaiki dan bersedia diperbaiki (96)

Terlalu banyak jika harus ditulis semua quote favorit saya disini. Sungguh. Buku ini saya rekomendasikan buat kalian yang gemar membaca. Ya, di angka 9 dari 10 lah. Hehe.

Akhir kata, sampai bertemu di sepertiga malam siapa pun itu. Semoga saja itu kamu. Iya, kamu. Hahaha.


XOXO!

Za

2 comments:

  1. Akhiirnya ditulis juga reviewnya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah biar niatnya udah lama mau nulisnya yang penting akhirnya dieksekusi juga hehe

      Delete