Menabung Rindu di Perantauan

9:40 PM Nova Zakiya 1 Comments

Kalian tahu apa yang saya suka dari merantau tinggal jauh dari keluarga? Saya menjadi tahu bagaimana arti rindu yang sesungguhnya
Tinggal jauh dari orang tua bukanlah perkara yang gampang, termasuk saat memutuskannya. Dari yang tadinya serba ada menjadi harus diusahakan sendiri. Dari yang di rumah ramai, kini harus terbiasa tinggal sendiri. Dari yang tadinya acuh masalah kesehatan menjadi aware akan kesehatan diri sendiri. Hemat mengelola uang agar cukup sampai bulan berikutnya.

Mengatur segalanya sendiri memang bisa membuat kita menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Menjadikan kita bisa berpikir jangka panjang, bagaimana efeknya di masa yang akan datang.

Tapi satu hal yang saya suka dari merantau adalah merasakan arti rindu yang sesungguhnya kepada orang-orang tersayang dan tahu kapan waktunya kita pulang menemui mereka. Rindu yang hanya bisa disalurkan melalui telepon karena tidak bisa bertatap muka secara rutin.

Bulan ini genap 6 tahun saya merantau tinggal jauh dari orang tua. Dari yang awalnya sering pulang kampung hingga akhirnya jarang pulang karena tuntutan profesi. Orang tua selalu menyarankan saya untuk bekerja di dekat rumah, terlebih saya merupakan anak bungsu dan kakak saya telah menikah. Hanya ada kedua orang tua saya dan mereka berkata sepi. Namun saya masih ingin meraih banyak cita-cita saya disini.

6 tahun. Dari pribadi yang awalnya penakut menjadi pemberani. Ibu selalu mengingatkan saya agar hanya takut kepada Allah SWT. Kalian tahu apa lagi manfaat merantau selain menabung rindu? Kalian akan dekat dengan Sang Pencipta. Jika ada yang bilang, merantau membuat pribadi orang menjadi terlalu bebas dan brutal, Alhamdulillah tidak dengan saya. Justru saya selalu berusaha mendekatkan diri dengan Yang Maha Esa. Ditambah Ibu yang masih selalu mengingatkan momen-momen penting untuk menambah pahala hingga kadang saya lupa bahwa saya dan Ibu tinggal berjauhan.

Namun, biar merantau harus tetap ingat untuk pulang. Salah satu penanda badan saya yang mengindikasikan 'rindu rumah' adalah menjadi pemalas dalam mengerjakan apapun, bahkan cenderung tidak fokus. Beberapa hari belakang hingga tadi pagi, banyak sekali kejadian yang menandakan kondisi jiwa saya yang tidak stabil. Bukan, saya bukan mengalami gangguan jiwa, melainkan butuh menyalurkan rindu saya kepada keluarga dalam waktu dekat.

Termasuk hari ini, saya sebenarnya tidak memiliki ide apapun untuk menulis sesuatu. Badan saya memang masih berada di Jakarta namun sepertinya pikiran saya sudah melayang ke rumah di Jawa. Sepertinya rindu saya sudah memuncak. Saya harus segera pulang akhir minggu ini!

1 comment: