INDONESIA FASHION WEEK 2017 : Wardah YOUniverse

9:08 PM Nova Zakiya 2 Comments


Tepat satu minggu yang lalu, tepatnya 1-5 Februari 2017, Indonesia Fashion Week (IFW) 2017 digelar di Jakarta Convention Center. Berbagai pameran, fashion show dan workshop turut meramaikan gelaran fashion paling bergengsi di Indonesia ini. Tahun ini merupakan tahun keenam IFW digelar dengan tujuan utama menggerakkan dan meningkatkan ekonomi kreatif Indonesia. Bertemakan “Celebrations of Culture”, maka jangan heran pas begitu masuk venue, mata kita langsung dibuai dengan aneka batik, tenun dan juga songket. Indonesia banget deh pokoknya!

Selain itu, yang menjadi pembeda IFW 2017 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengkolaborasikan industri fashion dengan pariwisata. Pemerintah sendiri memang sedang mengenalkan dan mengembangkan 10 destinasi wisata seperti Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok, NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara). Nah dengan kolaborasi ini, standar acara dan peserta IFW-nya pun harus menonjolkan nilai nilai budaya tersebut. Hal ini juga terlihat dari tata panggung, fashion show, kompetisi, seminar, workshop dan juga talkshow.
Savana Muria by Ariy Arka // Abee Indonesia
Ada 460 pameran mulai dari baju, tas, sepatu hingga aksesoris yang join di IFW 2017 dan 154 diantaranya merupakan pameran baju muslim (terletak di Cendrawasih Hall). Yup, memang fashion muslim di Indonesia berkembang cukup pesat beberapa tahun belakang dan Indonesia sendiri memiliki mimpi untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia. Semoga lekas terwujud ya dengan makin banyaknya desainer busana muslim kita yang go international, memamerkan hasil karyanya di Fashion Week tingkat dunia :D

Wardah YOUniverse : Celebration of Colors
Nah, bicara soal fashion muslim, satu show yang nggak pernah saya lewatkan di setiap gelaran IFW adalah fashion show-nya Ria Miranda! Desainnya selalu saja apik dan memanjakan mata dengan sajian warna-warna pastelnya. Kalo kata saya, baju-baju Ria Miranda ini ready to wear dan cewek banget.

Baca juga : Dahayu by Ria Miranda at Indonesia Fashion Week 2015

Sama seperti tahun sebelumnya, Ria Miranda tahun ini digandeng oleh brand make up Wardah untuk join di fashion show bertajuk “YOUniverse: Celebration of Colors” bersama ketujuh fashion designer lainnya.

Wardah sendiri tahun ini menjadi tahun keduanya sebagai Official Make Up and Hair Do-nya IFW lho! Give them applause yeay!
Di fashion show kali ini, Wardah menampilkan 4 make up look terbarunya, yakni Genuine, Faithful, Brave dan Serene yang bisa kalian lihat bedanya di foto ini.

Masing-masing look mewakili karakter wanita Indonesia dengan segala keunikannya yang berfokus pada rias mata dan bibir. Dan kedelapan desainer ini akan memakai 4 make up look ini yang mereka sesuaikan dengan karya-karyanya.
Jika tahun lalu, Wardah menggandeng penyanyi Tulus dalam fashion show-nya, kali ini ada Vidi Aldiano dan Maliq & d’Essentials. Yap, Wardah mengangkat konsep ‘When Beauty and Fashion Meets Music’ karena ketiga komponen ini memang erat kaitannya. Nonton konser gratis deh aaah senang!

Show pun dibuka dengan penampilan Vidi Aldiano bersama perwakilan model dari masing-masing desainer. It was fun!

Ria Miranda
Koleksi Ria Miranda bertajuk 'Principia' menjadi yang pertama dipamerkan dalam Wardah YOUniverse ini. Dengan make up look Serene, Ria Miranda berhasil memadukan dengan koleksi bajunya yang masih didominasi warna pastel serta looks dan print yang kembali ke tahun 70-an.

Semua cutting bajunya ready to wear, pun dengan hijabnya yang back to basic, alias minimalis, simpel namun tetap classy. And Tatjana Saphira became her muse on this collection. So cute!
Foto kiriman Tatjana (@tatjanasaphira) pada


Hauri by Normamoi

Koleksi Norma Hauri ‘Integrated’ didominasi warna hitam dan abu dengan detail warna metalik dan handmade. Modelnya abaya gitu. Asli suka banget karena emang lagi demen-demennya sama baju model abaya, enak aja gitu dipakenya hehe.

Inspirasi Norma Hauri sendiri berasal dari sosok wanita mandiri dan berani serta up-to-date dengan teknologi. Make up look-nya Brave dengan fokus pada warna bibir bold.

Happa by Mel Ahyar

Saya selalu gemas dengan koleksi Mel Ahyar yang selalu berani bermain warna. Kali ini temanya ‘Pata Runa’ dengan make up look Genuine. Koleksinya ini bercerita tentang budaya Peru dimana kehidupan rakyatnya memiliki kesenjangan yang tinggi, termasuk dalam pembagian distriknya. Namun masyarakat yang berasal dari kalangan ‘biasa’ tetap fine-fine aja meski dinding pembatas antara si kaya dan miskin sangatlah tinggi.

Pata Runa sendiri memiliki arti berteman dengan banyak orang. Yup, Mel Ahyar menyampaikan pesan dalam show-nya bahwa menjadi berbeda sebenarnya tidak apa-apa. Salute!

Malik Moestaram

Jujur saya baru sekarang mendengar nama Malik Moestaram di IFW, entah saya yang dulu nggak fokus hanya menyasar desainer-desainer tertentu saja kali ya sampai mengabaikan karyanya doi. Tapi pertama lihat langsung jatuh cinta sama konsepnya.

Malik memberi nama koleksinya ‘Flor De La Vida’ dengan make up look Faithful. Ia bermain dengan material yang lebih lembut, dominan warna biru muda dan krem, serta aksen bunga.

Memang konsepnya menyatu dengan alam yang terinspirasi dari tumbuhnya bunga di tempat-tempat yang tidak terawat. And Raline Shah looks so beautiful with his dress.

Dian Pelangi

Kali ini, Dian Pelangi mengangkat tema koleksi ‘Originality is a by Product Sincerity’ dengan make up look Genuine. Konsepnya keaslian alam yang diterjemahkan dalam kain Indonesia.

Warna-warna alam mendominasi koleksi Dian ini, seperti maroon, olive, coklat krem, biru, dan abu. Masih dengan ciri khasnya DP yakni tie die dengan teknik ‘mulas’ dan tidak terlalu banyak buat pattern.

Zaskia Sungkar
Dengan konsep yang masih sambungan dari tahun lalu, ‘Kilau’-nya Zaskia Sungkar menggabungkan karakter feminim dan maskulin dalam koleksinya. Dengan sedikit edgy glamour, Zaskia menggunakan make up look Brave yang super bold. 

Zaskia juga tetap menggunakan kain lurik dan batik cap dalam koleksinya ini. Psst… ada koleksi untuk anak-anaknya juga lho!

Kursien Karzai
Hampir sama dengan Malik Moestaram, Kursien Karzai ini saya juga baru dengar haha. Fashion show-nya kali ini mengangkat tema ‘The Glory of Victorian’ yang membawa kita ke masa kejayaan Ratu Victoria.

Dengan make up look Serene, Kursien berhasil menggambarkan keanggunan wanita dalam bentuk gaun-gaun yang klasik.

Barli Asmara

Koleksi Barli Asmara termasuk yang saya tunggu dalam fashion show ini. Apalagi pas press conference, dia menjelaskan koleksinya yang akan didominasi dengan warna hitam putih yang nggak akan mati sampai kapanpun.

Temanya Black Orchid Fervor’ dengan make up look Faithful. Koleksinya ini terinspirasi dari bunga dan tumbuhan, khususnya black orchid, yang konon harus tumbuh dalam keyakinan dan menumbuhkannya pun tidak mudah. Dan lagi-lagi, Raline sukses mencuri perhatian penonton dengan baju karya Barli yang cantik banget dipakai dia.

Lalu dimana penampilan dua musisi tadi?
Di tengah show berlangsung, tepatnya diantara koleksi Malik Moestaram dan Dian Pelangi, Vidi Aldiano muncul menyanyikan 2 buah lagu, salah satunya Nuansa Bening yang udah lama banget ga denger lagu itu lagi. Lalu di akhir show, ada Maliq & D’Essentials yang diwakili Angga dan Indah. Iya, nggak semua personelnya ke panggung memang. Sama seperti Vidi, Maliq menyanyikan 2 buah lagu, Dia dan Drama Romantika, yang kemudian ditutup lagu terakhir ‘Pilihanku’ featuring Vidi juga. Di akhir ini pula, semua muse dan desainernya keluar. Nggak tau kenapa dari dulu kalau nonton fashion show selalu haru pas desainernya dikasih bunga :’)

Tadinya saya berpikir kalau konsepnya akan seperti show-nya Victoria’s Secret gitu, dimana musik pengiring si model-model ini ya si penyanyinya itu. Ternyata sama dengan tahun lalu, bahwa si musisi ini hadir sebagai hiburan diantara koleksi 8 desainer ini. Not bad lah, lumayan nonton Maliq & D’essentials gratis.

Overall, saya sih puas sama show yang disajikan Wardah ini. Puas banget malah. Apalagi sampai Ivan Gunawan turun tangan ambilin kursi buat press saking membludaknya tim media dan blogger (he is so humble! Thanks Kak Ivan). Pun dengan penontonnya yang juga memenuhi beberapa tribun atas. 

Baca juga : Monochromatic Navajo ala Jenahara - Indonesia Fashion Week 2015

Sebenarnya ada satu lagi show yang saya tonton, yakni pas closing ceremony-nya IFW 2017. Hanya saja, sama seperti tahun sebelum-sebelumnya, kalau closing ceremony ini pasti ngaretnya lebih dari satu jam dan itu hari Minggu (yang mana besok hari Senin dan harus kerja huff). Jadi saya memutuskan untuk tidak menonton sampai akhir, cuma sampai show-nya Ayu Dyah Andari langsung pulang hehe.

Well, sampai jumpa di Indonesia Fashion Week 2018 ya!


XOXO!

Za

PS.
Foto-foto Wardah YOUniverse didapat dari official crew-nya Wardah karena dirasa lebih kece daripada jepretan sendiri yang ketutup kepala orang haha. Mereka kirim link fotonya ke email kita jadi ya sudah berizin untuk pake hehe. Selebihnya foto pake hape sendiri kok Sony Xperia C5 Ultra Dual seperti biasa :3

2 comments:

  1. aku paling suka Dian Pelangi krn natural vibesnya kerasa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sih back to nature nya berasa tapi show kali ini aku dikejutkan sama koleksinya malik moestaram yang look like angel banget hihi

      Delete