Wisata Berfaedah di Perbatasan Sukabumi-Bogor

7:18 PM Nova Zakiya 10 Comments


Wooooh! Weekend is coming, yeay!
Buat orang yang hobinya jalan-jalan, pasti bawaannya pengen explore banyak tempat. Apalagi kalau tinggal di Jakarta, bawaanya setiap weekend pengen jalan ke tempat yang ‘seger’ dan bisa refresh otak. Biar nggak mall lagi mall lagi aja gitu haha. Saya punya rekomendasi tempat wisata yang mungkin bisa kalian datangi di weekend ini. Yup, kita sedikit explore ke wilayah perbatasan Sukabumi dan Kabupaten Bogor ya!
Jadi ceritanya, hari itu saya dapat libur pengganti 2 hari dari kantor (ditambah libur sendiri 1 hari jadilah 3 hari haha). Bosan dong kalo cuma di kosan doang (mau pulang masih banyak kerjaan). Alhasil saya berhasil ngikut Usmi, temen semasa kuliah saya, ke Sukabumi. Kebetulan dia masih ikut program dari Kementerian Pertanian untuk turun ke desa mengamalkan ilmunya (asek…). Dan kebetulannya lagi, program itu udah selesai (tinggal pamitan ke perangkat desa) jadi si Usmi bisa saya tarik buat memandu jalan-jalan si anak yang kurang liburan ini. Hihi.

How to go there...
Kereta Bogor-Sukabumi ternyata penuh juga lho
Berangkatlah kita menggunakan kereta api Pangrango dari Stasiun Bogor Paledang arah Sukabumi. Tapi jangan mentok turun ke Sukabumi karena sebenarnya cuma sampai di Cicurug aja, yang bener-bener masih deket banget sama Kabupaten Bogor. Harga tiketnya terjangkau banget, Bogor-Cicurug hanya 15 ribu rupiah untuk kelas ekonomi dan 40 ribu rupiah untuk eksekutifnya. Muraaaah haha.


Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Selanjutnya, saya dan Usmi sambung naik angkot arah ke Cicurug untuk menuju kantor BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan) Kecamatan Cicurug, tempat kita menginap nantinya. Karena lokasinya yang dikelilingi banyak pabrik, seperti pabrik aqua, yakult, indomilk dan masih banyak lagi lainnya, jadi wajar aja sih ini cukup berdebu parah. Plus kalo di jalan saingannya sama truk-truk macam di film Transformer haha.
Kantor tempat Usmi dan rekan-rekan menginap untuk mengabdi kepada masyarakat :3

Day 1 - Suparman Farm 
Pemberhentian short trip to Sukabumi pertama kita adalah ke rumah Pak Suparman. Beliau merupakan ketua kelompok tani di desanya. Memang sih dari isi obrolan kita (saya datang bersama Usmi dan 2 peserta program lainnya, Ika dan Binti) keliatan banget kalau beliau concern sama pertanian di Indonesia. Sawah, Kebun juga kolam Lele beliau ada. Ternak sapi perah juga ada di belakang rumahnya. Sekarang beliau punya semacam home industri gitu yang bikin susu dan yoghurt beraneka rasa.
Ngasih makan sapi kudu punya tenaga juga ternyata, karena si sapi nariknya kuat haha 
Jika biasanya kalau kita bertamu ke rumah orang, disuguhinnya teh manis, di rumah Pak Parman kita disuguhi susu sapi murni yang masih hangat dengan tambahan gula (dan madu sepertinya). Bahagia sederhana bos! Lalu beliau mulai bercerita tentang ternak sapinya yang hanya berawal dari 2 ekor sapi pemberian zamannya Pak Harto (kata beliau lho). Ya seperti kita tahu sih, era Pak Harto kan program-program di bidang pertanian sangat gencar. Berbagai kebijakan dibuat guna revolusi pangan. Berbagai usaha dilakukan agar rakyat Indonesia bisa mencukupi pangannya sendiri tanpa harus impor. Nah di masa itu lah Pak Parman mulai mengembangbiakkan sapi (selain bertani juga).
Yeay! Minum susu sapi murni dari peternakan sapi perahnya Pak Parman :3
Dari ternak sapi tersebut, Pak Parman bisa menyekolahkan semua anaknya hingga perguruan tinggi. Namun yang agak menampar sih, Pak Parman bilang, anak zaman sekarang hampir nggak ada yang tertarik jadi petani. Beliau menyontohkan anaknya yang tadinya beliau harap mau ambil kuliah di jurusan peternakan (biar jadi dokter sapi) tetapi dia (anaknya) lebih tertarik ambil jurusan teknik.

Pak Parman bercerita tentang kehidupannya bertani dan beternak
“Kata anak saya, jadi petani itu nggak cool dan nggak bikin kaya. Tapi kalau saya sih mikirnya cukup aja. Mau nguliahin anak cukup, mau beli apa cukup, ini cukup, intinya semuanya cukup lah. Hahaha.” Kata Pak Parman.

Day 2 - Curug Cikaracak
Di hari terakhir saya di Cicurug (ya emang 2 hari aja sih hehe), saya diajak untuk main air di Curug Cikaracak, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Katanya sih, letak si curug ini tepat di kaki Gunung Gede Pangrango. Wow!
Perjalanan dari Cicurug ke Cinagara kita tempuh menggunakan sepeda motor. Tips dari abang-abang yang setim sama Usmi di proyek ini, pertama, jangan berpenampilan layaknya orang kota (maksudnya terlalu banyak aksesoris, baju macem main ke mall, dll haha rese sih ya tapi untung ada celana training si usmi karena saya nggak bawa baju ganti haha). Kedua, pake sandal jepit aja karena track-nya kita akan mendaki gunung lewati lembah seberangi sungai. Ketiga, jangan lupa bawa air minum.
Gerbang ke curug dijaga oleh sejumlah pemuda desa
Begitu masuk gerbangnya gitu, sudah ada ‘akamsi’ yang jaga. Satu motor dikenai biaya masuk 5 ribu rupiah. Selanjutnya motor kita parkir di dekat warung dan perjalanan pun dimulai *bunyi genderang mau perang*.
Sepanjang perjalanan menuju puncak, hamparan sawah dan kebun terbentang. Beberapa kali ada sungai kecil gitu yang airnya bening. Pokoknya pemandangan yang nggak akan kalian dapetin di Jakarta deh.
Ada Mushola di tengah sawah guys!
Sungainya berasa seger banget senang liatnya!
Padi-padinya sudah menguning sebentar lagi panen. Yeay!
Di tengah perjalanan, ketemu sekeluarga yang lagi 'ngaso' makan siang setelah bertani

Setengah perjalanan, jalanan mulai terjal. Bukan sawah atau kebun lagi, tapi hutan dengan jalan setapak yang kecil dan terjal juga nanjak.

Sangat tidak disarankan menggunakan sepatu dan amat sangat disarankan menggunakan sandal gunung karena kita lewatin 3 kali sungai gitu. Arusnya cukup deras. Beberapa kali sandal saya dan Binti hampir hanyut (untung bawa sandal jepit kan haha). Tapi enak airnya dingin. Dan dengan alasan keamanan, saya tidak banyak memotret momen-momen menyeberang sungai yang ada 3 buah jumlahnya itu. Hehehe.

Ketika hampir sampai dan jalanan mulai agak lebih terjal, ada sebuah papan peringatan gitu, hanya saja sudah sobek. Tapi masih bisa sedikit terbaca sih yang intinya dengan alasan keamanan dan keselamatan, air terjun cikaracak ini ditutup. Kalau kondisi sekarang sudah dibuka lagi sih semoga sudah aman ya. Soalnya mulai banyak yang berkunjung juga. Hmmm.

Sebelum sampai di curug utama, ada curug kecil dulu yang macem air-air terjunan buat dekor rumah gitu. Berhubung saya belum pernah kesana, agak hampir percaya aja gitu pas salah satu abang itu bilang ini curug yang kita tuju. Nggak taunya masih di depan curug yang sesungguhnya hahaha.

Total nih, perjalanan dari bawah (tempat parkir motor) sampai curug ini butuh waktu 45 menit hingga 1 jam. Sebenarnya tergantung kitanya sih ya jalannya cepet atau selow aja. Itu waktu tempuh kita sudah sama istirahat 1x di bekas saung jualan madu gitu yang letaknya kalau kata saya tepat di tengah-tengah antara jalur landai dengan jalur nanjak. Dan inilah jalan terjal yang terakhir sebelum sampai di Curug Cikaracak.
Naiknya kudu hati-hati banget biar nggak kepeleset


Dan mainlah kita :3
Seger kan liatnya airnya bening bangeeeeet

Sungguh semacam obat stress banget di tengah hiruk pikuk ibu kota dan kehidupan kantor yang aduhai bikin penat.
Main sama usmi kali ini no jambu yes! haha

Tapi sedihnya, pengunjung yang datang kemari masih suka ninggalin sampah. Padahal apa susahnya buat ngantongin sampah mereka buat dibuang ketika sudah sampai di bawah dan ketemu tempat sampah ya? Ah :(

Nah jadi kalau kamu ada di Bogor (Kabupaten ya) ataupun Sukabumi (yang perbatasan Bogor tapinya), kalian bisa mengisi akhir pekan yang sehat di Curug Cikaracak ini. Udaranya masih segar pula dan nggak terlalu ramai, enak deh. Weekend ramai sih tapi nggak ramai ramai banget. Kalau saya dan kawan kawan ini ke Curugnya hari Rabu jadi sepi enak hehe.

Selamat berakhir pekan ya! Ingat. Kerja sama liburan harus seimbang, guys! Hihi.

XOXO!

Za

PS.
Sebenernya masih banyak foto-fotonya tapi nggak mungkin diupload semua hahaha. Semua foto masih setia diambil dengan Sony Xperia C5 Ultra. Mau beli mirrorless sih, tapi masih bingung mau yang mana haha jadi curhat dah. Ada rekomendasi? Tapi sebelumnya nih saya kasih bonus foto karena suka sama perpaduan warnanya aja hahaha.
Foto ter-unfaedah :))))

10 comments:

  1. waduuuh, bener-bener deh emang daerah di sekitaran sukabumi itu. sunyi hahaha. sebagai orang malang, aku sendiri pernah ke sukabumi, ke pantai sawarna cuman perjalanannya dari jakarta timur. aku tulis juga di blogku. btw, kalau di malang sukabumi itu rada mirip batu. cuma sukabumi itu jauh lebih sunyi, tapi adem tetep jauh lebih adem di batu. wisata di sukabumi itu banyak wisata alamnya. mantep deh emang sukabumi itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes betul. sebenernya juga aku juga sukabuminya ga sempet explore banyak sih, lebih ke perbatasan di Kabupaten Bogor hehe. But segitu aja udah seru, sunyi memang, jadi enak buat refreshing hihi. wah aku jadi pengen ke malang deh disana kan banyak tempat wisata hits hehe

      Delete
  2. Replies
    1. yeay! memang seru hihi cuma kurang kalau cuma 2 hari hehehe

      Delete
  3. seru teh jalan jalan ke objek wisata air terjunnya :D

    ReplyDelete
  4. Tertarik datang ke Suparman Farm, kl ksana bikin janji atau datang langsung aja ga papa gitu? Trus ada biaya masuknya ngga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung dateng aja kok. mmm banyak yang langsung datang ke rumah beliau buat beli hasil olahan susu juga hehehe. gratis macem bertamu. enak bisa dapet cerita juga hehe

      Delete
  5. rekomendasi fujifilm X series yeyyeye

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada di salah satu list ku mba nayyy tapi masih bingung haha

      Delete