Kecewa

8:43 PM Nova Zakiya 2 Comments

Ada perasaan kecewa ketika kita sudah menaati aturan namun tidak dianggap.

Seringkali, baik orang maupun instansi, kurang teliti. Yang sudah menaati aturan pun kadang menjadi tidak berarti. Oke bahasa saya bertele-tele. Pada intinya terkadang ketika kita sudah menaati sebuah aturan, dengan alasan human error or system error, kita dianggap belum atau bahkan tidak menaati aturan tersebut.

Entah mengapa saya cukup sering mengalami hal demikian, bahkan sejak saya SMP. Oke mungkin saya saja yang kurang hoki. Tapi rasanya sungguh mengecewakan.

Seperti hari ini, saya dianggap belum melakukan laporan ke sebuah instansi, padahal saya sudah melakukannya 3 bulan yang lalu, jauh sebelum tenggat waktunya habis. Seolah saya telah menunggak, saya didatangi oleh seorang personel Babinsa dan menanyakan data diri saya. Bingung, keesokan harinya saya langsung konfirmasi ke instansi tersebut dan mendengar sesuatu yang mengecewakan. Mereka mengatakan saya belum melakukan laporan tersebut.

Tak ada persiapan akan terjadi hal demikian, saya pun tidak membawa tanda bukti laporannya. Dengan entengnya, pihak instansi tersebut terkesan meremehkan dan hanya mengatakan "oh mungkin belum dikirim oleh kantor 'sana' karena berkasnya banyak."

Jika memang berkasnya banyak, apakah waktu 3 bulan tidak cukup untuk mendistribusikannya? Kenapa sampai 'ditagih' seolah saya belum melakukan laporan? Komplen pun saya sampaikan via email ke instansi pusat, namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari sejumlah pertanyaan saya.

Bagian kecewanya adalah karena saya telah melakukan laporan tepat waktu, bahkan sebelum deadline. Namun dengan adanya kasus seperti ini menjadi seperti tidak dihargai ketepatan waktu saya.

Sama halnya ketika kita janjian dengan orang misalkan jam 3 di sebuah tempat. Kita sudah berusaha untuk datang bahkan sebelum jam 3. Tapi ternyata orang tersebut ngaret hingga satu jam. Pasti ada perasaan 'tidak dihargai' bukan?

Ya sudahlah. Jadikan pelajaran bahwa kita harus menghargai waktu dan aturan yang ada. Sering terjadinya kasus seperti ini tidak serta merta membuat saya menjadi orang yang tidak taat aturan ataupun tidak menghargai waktu. Saya yakin ketika saya melakukan hal yang benar, maka yang akan kita tuai adalah buah dari kebenaran tersebut. Prinsip saya, jangan takut jika memang benar, namun berani akui jika memang salah.

Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi di instansi-instansi setingkat nasional. Karena pasti akan ada pihak yang merasa dirugikan.

2 comments:

  1. BPJS bukan Za?

    Kalau kasus aku pajak. Hahah ibuku sampai panik dapat surat peringatan (dialamatin ke rumah). Padahal ya lagi-lagi masalah sistem yang g terintegrasi dengan baik. Indonsaaaahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba nurul kasus pajak juga. Mereka suruh babinsa dateng ke rumah. Didatengin ke kantor pajaknya, petugasnya jawabnya 'meremehkan' dan sama sekali ga menjawab. Rasanya pengen tak colokin tanda bukti udah lapornya kalo tak bawa sih hahaha
      Lapor ke pusatnya juga ga ngasih jawaban yang nyambung -,-

      Delete