Sikembang Kembang Langit Blado Batang

4:02 PM Nova Zakiya 6 Comments


Dewasa ini, sangatlah mudah mempromosikan tempat wisata melalui media sosial, khususnya instagram. Bahkan kini, masing-masing daerah memiliki akun instagramnya sendiri. Tentu saja ini mempermudah kita pas kita mau jalan jalan dong, ya kan :3

Beberapa bulan yang lalu, saya mengunjungi Rumah Pohon Tombo setelah melihat instagram milik instabatang, Explore Batang dan visitbatang (tentu dong saya langsung cus follow). Mereka memang mempromosikan wisata wisata daerah di Batang, Jawa Tengah. Saya rasa ini bagus karena bisa meningkatkan pariwisata daerah, terlebih mungkin nggak banyak yang tahu Batang itu dimana (selain sebelahan sama Pekalongan haha).


Dan di liburan kali ini, saya mengunjungi Kembang Langit atau Sikembang di daerah Blado, Batang. Tentunya setelah melihat foto foto kece para anak muda kekinian disana hahaha anaknya kabitaan kan. Seperti biasa saya pergi bersama Ayu, partner jalan jalan saya kalau pulang. Kebetulan dia sudah pernah ke Kembang Langit jadi urusan jalan cincai lah ya. 

How to go there...
Perjalanan menuju Kembang Langit hanya membutuhkan waktu 30-45 menit dari Batang Kota, tergantung kecepatan kita saat berkendara sih sebenernya. Jadi kita ambil jalur menuju Agrowisata Kebun Teh Pagilaran Batang. Tapi pas di persimpangan Pondok Modern Tazakka Bandar, kita ambil jalur yang lurus (sementara kalo ke kiri itu ke arah Pagilaran). Terus aja ngikutin jalan sekitar 10 km yang cenderung penuh dengan tanjakan turunan dan tikungan tajam. Beberapa tikungan berbentuk melingkar sehingga kita tidak tahu ada kendaraan atau tidak dari arah sebaliknya. Oleh karenanya kita harus berhati-hati dan waspada. Kalo saya sih pas di tikungan itu ngasih kode bunyiin klakson.
Pemandangan sepanjang jalan :3

Kanan kiri jalan akan lebih banyak kita jumpai hutan dan sawah. Sikembang ini lokasinya ada di kiri jalan dan pas masuk lokasi agak menanjak. Satu orang dikenai biaya 3 ribu rupiah.

Apa Menariknya Sikembang Langit?
Apa sih yang menarik dari tempat ini? Kalau ada yang pernah ke Wisata Gunung Pancar di Bogor, mungkin tempat ini ga jauh beda ya. Kita disajikan pemandangan berupa hamparan hutan pinus lengkap dengan beberapa properti untuk foto. Hahaha tempat ini ada memang untuk memanjakan para pecinta fotografi (dan selfie). Sebut saja Jembatan Bambu dan Gardu Pandang dengan latar jalan berbentuk huruf S yang fenomenal (di instagram banyak yang foto pake latar itu dan layak disebut kekinian haha), hammock, kursi kayu, rumah pohon dan juga beberapa saung serta payung payung merah bergelantungan. 
Jembatan bambu fenomenal berlatar 'letter S'
kalau capek foto foto bisa istirahat di saung yang tersedia :3
Gardu Pandang yang nggak pernah sepi dari pengunjung


FYI, untuk foto di hammock, seorang dikenakan biaya 2 ribu rupiah. Eh tapi entah 2 ribunya itu sekali foto atau gimana, saya tidak coba soalnya antre parah haha. Kundak cukup kekinian huff.

Yang Agak Disesalkan sih...
Ramainya bukan main, mungkin karena saya datang di hari Sabtu kali ya. Sayangnya, masih banyak para remaja yang datang yang tidak mengindahkan peraturan. Seperti di jembatan bambu maksimal harusnya 3 orang tapi banyak yang melanggar bahkan sampai 7 orang di waktu yang bersamaan. Padahal ngerinya kalo ga kuat menopang malah longsor (bayanginnya ngeri coy). Sedih sih cuma biar dibilang kekinian. Saya dan Ayu bahkan harus nunggu lebih dari 10 menit untuk antre foto di spot ini karena kita ga berani kalo langsung diterjang banyakan begitu kan.
Sementara saya ngantri karena pemberitahuan maksimal 3, ini langsung serombongan :(

Terus masih ada beberapa sampah yang berserakan seperti bungkus pop mie atau kaleng susu beruang huff. Memang sudah ada imbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tapi sepenglihatan saya, tidak ada tempat sampah di tempat ini. CMIIW.
bambu bambu mungkin bekas pembuatan rumah ini. tapi kalo bungkus popmie, kresek, kwaci sama susu kaleng rasanya ga elok kalo dibuang sembarangan begini :(

Pesan dan Kesan (Ceilah...)
Tentu saja jika tempat ini dikelola dengan baik, bisa menjadi tujuan wisata bagi orang-orang dari luar kota juga. Apalagi kalo liat di IG asa yang indah banget gitu lho. Tapi inget ya, buang sampahnya jangan asal. Jika memang belum tersedia tempat sampah, ada baiknya untuk menyimpan dulu sampahnya di tas atau saku.
mungkin karena masih baru jadi bawahnya masih balatak hehe
Nah kalo laper, disini juga ada saung dan warung yang jual makanan. Enak coy dingin dingin (ga terlalu dingin sebenernya haha) makan pop mie. 

Oh ya, tempat ini ternyata juga menjadi pilihan bagi pasangan yang mau menikah lho alias buat foto prewed. Belum ada yang ekstrim jadiin tempat resepsi nikah deh kayanya. Hanya saja saran saya, better kesini sebelum dzuhur karena di atas jam 12 potensi turun hujan sangatlah besar haha. Di hari Selasa saya kembali kesana sekitar jam 12an lewat, hujan turun dengan badainya dan dingin banget :(
Balik lagi ke tempat ini? Mau. Setelah saya sampai Jakarta, katanya banyak ditambah ornamen lagi di tempat ini. Ya semoga adek adek remaja kekinian tetap mengindahkan peraturan disana dong ya. Tapi kalo dari saya pribadi pengen banget masih penasaran pengen ke Danau Sidringo. Katanya tinggal lurus dari Kembang Langit, cuma agak ngeri-ngeri sedap aja kalo perginya cuma berdua sama Ayu hehe.

[BONUS] Spot Foto Kece (ala Zakia) :3

Si Payung Merah yang tak pernah kosong
ngantrinya nungguin anak anak ini, tapi setelah itu tetep aja rame -.-
Balok-balok tak bertuan

Jembatan bambu berlatar 'letter S' yang fenomenal
sambil nunggu jembatannya sepi jadi selfie dulu haha

Di tengah segalanya hahaha

Sampai jumpa di cerita jalan-jalan selanjutnya ya!

XOXO!
Za


PS.
All photos taken using Sony Xperia C5 Ultra (andalan saya banget haha) dan Yi Cam International (punya Ayu haha)

6 comments:

  1. aku kemaren lewat doang karena tujuannya ke sidringo hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah belum kesampean ke Sidringo huff jauh ga sih mba nayy dari kembang langit berapa menitan lagi? Apa jam? Haha

      Delete
  2. bagus-bagus fotonya. mau coba ke sini ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo ayo main kemari bagus lho kalo liat langsung hehe

      Delete
  3. Batang makin kece yaak skrg, udh pernah k air terjun yg d klaim tertinggi se jateng blm neng? Di batang jg sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. sekarang pada kreatif jadi aja tempat wisata baru ya mbak hehe. wah dimana tuh? aku belum main ke curug curugnya hehe

      Delete