[BEAUTY]: CEGAH RAMBUT RONTOK DENGAN SARIAYU HIJAB INTENSE SERIES

9:38 PM Nova Zakiya 1 Comments

Scrolling timeline Twitter itu seru. Apalagi kalau lagi nungguin narasumber datang ke meeting point yang udah disepakati buat wawancara. Meski sekarang kayanya udah nggak terlalu banyak yang akses si burung biru ini, tapi saya terhitung masih sering buat intip ada hot issues apa sih atau sekedar promote postingan terbaru di blog. Hihi.
Nah, nggak lama ini, saya menemukan beberapa tweet yang bilang kalau mereka pengen jadi reporter atau istilah kerennya jurnalis, supaya bisa jalan jalan keliling Indonesia. Hmmm.

Jadi Jurnalis = Jalan-Jalan Gratis?
Tapi memang iya sih, waktu masih kecil, saya pun berpikirnya demikian. Reporter itu bisa jalan-jalan keliling Indonesia atau bahkan ke luar negeri, dibayarin kantor. Nah, siapa sih yang nggak mau jalan-jalan gratis begini? Hihi.
Foto bareng Irjen Pol Royke Lumowa dan rekan-rekan media pas meninjau flyover Dermoleng, Brebes
Setelah jalan hampir setahun jadi reporter, saya juga merasakan beberapa kali dikirim buat DLK alias Dinas Luar Kota. Pengalaman pertama saya DLK adalah ketika memantau kesiapan jalur tol fungsional dari Surabaya sampai Jakarta, bersama Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa dan tim NTMC Polri. Bersama teman-teman dari media lain, kita benar-benar menjadi yang pertama mencoba tol fungsional sebelum diperbantukan untuk arus mudik 2017. Yeay! (kalau ditulis di artikel lain, telat ga ya? hihi)
Sesiangan di mobil menyusuri jalan tol baru dari Surabaya sampai Jakarta. Kebayang lepeknya? Tapi tetep happy sih hihi
Kebayang dong gimana panasnya bulan puasa, di tengah tol yang belum 100 persen jadi, dan tentunya kita menempuh jalur darat selama 2 hari perjalanan? Hmmm tapi berhubung bulan puasa, jadi pas jam berbuka kita sudah di hotel sih hehe.
Difoto sama fotografer andalan NTMC Polri, Mas Heri Samsuljani sebelum bikin live on tape
Emang sih semua biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh kantor (dalam bentuk uang saku yey) dan penyelenggara (kecuali kalo jajan di luar itu ya bayar sendiri haha). Tapi jangan seneng dulu, karena di tengah perjalanan itu kita harus berkutat dengan naskah dan gambar yang harus segera dikirim ke kantor untuk tayang. Bahkan di dalam mobil aja, ada yang feeding, rough cut dan berbagai aktivitas lain demi layar.
Menuju desa yang hilang di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Ini sudah masuk laut Jawa lho. Panasnya jangan ditanya. Huff
Terakhir saya liputan ke luar Jakarta itu ke Muara Gembong beberapa hari lalu, mencari desa yang terkena dampak abrasi. Lokasinya dekat laut Jawa. Panasnya bukan main dan gersang. Untuk menuju desanya saja, saya harus naik ojek selama 30-40 menit dari jalan raya (mobil nggak bisa masuk ke desa itu huff). Ditambah saya juga harus naik kapal kecil gitu untuk melihat pesisir pantai yang dulunya bagian dari Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia. Sudah kebayang panasnya gimana?

Beneran jalan-jalan?
Emang sih enak ya jalan-jalan, jadi nggak cuma kerja di kantor aja. Di Jakarta juga kita sering menclok sana menclok sini buat liputan. Bahasa gaulnya, mobilitas tinggi. Serunya lagi, kita bisa jadi orang yang pertama tau sesuatu, dapat ilmu dan ketemu sama orang-orang yang nggak kita bayangin sebelumnya (kaya ketemu Presiden). Nggak enaknya, ya itu, panas-panasan, ujan-ujanan (kalo musim ujan ya malah main becekan di banjir). Kulit gampang banget kering dan keling juga perih. Tangan sama muka siap siap belang.
Masih difoto sama Mas Heri NTMC Polri pas liputan di Tol Fungsional Gringsing, Batang, Jawa Tengah
Selain itu, ancaman rambut rontok juga ada lho, apalagi buat yang berjilbab. Huff.

Rambut rontok karena sering panas-panasan?
Saya sendiri memang mengenakan jilbab saat beraktivitas sehari-hari, termasuk kalau liputan. Panasnya matahari yang belakangan menyengat banget (kata BMKG sekarang Indonesia sedang di puncak musim kemarau!) bikin rambut cepet lepek, ujung-ujungnya banyak rontok. Rambut yang tertutup jilbab memang harus dirawat sebaik-baiknya karena di keseharian rambut kita tidak mendapat udara yang cukup sehingga memicu minyak dan keringat jadi lembab gitu. Terus ketombe. Terus gatal. Terus rontok. Ah tidaaaaak!!
Rekomendasi dari Diary Hijaber nih, guys
Di tengah pencarian saya mencari shampoo yang cocok yang bisa memenuhi hajat hidup rambut saya (halah), saya menemukan review dari DiaryHijaber, sebuah komunitas hijaber terbesar di Indonesia, yang mengulas shampoo dari Sariayu. Terus apa bedanya dengan shampoo lainnya? Nah si Sariayu ini memang mengeluarkan produknya khusus untuk menjawab kegundahgulanaan wanita berhijab, yaitu Sariayu Hijab Intense Series Shampoo Hair Fall! Yeay!

Terus apa keunggulannya?
Dengan kandungan ekstrak kacang polong dan kedelai dalam PeaVit Complex, serta mild surfactant, shampoo dari Sariayu ini memiliki 3 langkah intensif buat kita-kita yang berjilbab. Pertama, dia mengurangi kerontokan rambut. Kedua, membantu menguatkan akar dan inti rambut. Dan ketiga,  membantu melindungi dan memperbaiki rambut dari kerusakan. Hmmm. Menarik.
Terus yang pasti sariayu hijab ini merupakan brand lokal yang halal, natural dan no animal testing! Seneng nggak sih dengernya? Hihi.

Setelah dicoba...
Karena penasaran setelah membaca review dari Diary Hijaber yang bisa kalian baca disini, saya pun mencari si shampoo bertutup ungu ini. Saya membeli di LotteMart Kuningan City seharga Rp 20.500 dengan ukuran 180 ml. Terjangkau kan? Dengan harga segitu udah bisa dapetin semua kebaikan buat mencegah rambut rontok hehe.
Wanginya juga enak, manis lembut dan seger terus tahan lama gitu. Rambut jadi berasa ringan sampai besokannya juga masih enakeun dipake beraktivitas juga. Nggak kusut meski diiket seharian hehe.
Tutupnya flip gitu dan kencang. Jadi nggak khawatir kalau dibawa bepergian
Memang sih saya baru pakai minggu ini jadi yang saya ceritakan baru sekelumit kesan pemakaian pertamanya. Nanti ya sekitar satu atau dua bulan kita lihat apakah benar-benar mengurangi rambut rontok. Saya sih sangat berharap ini jadi jawaban bagi para wanita berjilbab yang sama sama mengalami rambut rontok karena lembab. Sayonara rambut rontok :3

Tips biar rambut tetap sehat
Tapi yang perlu diingat, selain memilih shampoo yang tepat, kalian juga harus keramas secara teratur ya minimal dua sampai tiga hari sekali, dibarengi dengan pemakaian kondisioner, hair tonic dan hair mist untuk hasil terbaik (jangan sedih, di sariayu hijab ada kok). Selain itu, hindari langsung mengenakan jilbab saat rambut masih basah (apalagi langsung diiket) karena itu bisa bikin rambut rapuh saking lembabnya. 
Bagaimanapun juga, meski rambut kita tertutup, tapi jangan sampai nggak peduli sama kesehatannya ya, karena rambut adalah mahkota wanita hihi. Selamat mencoba ya!
XOXO!
Za

1 comment:

  1. wew mobilitas tinggi dan harus kece ya Zha.
    aku 5 tahun di Bekasi belum pernah ke muara gembong

    ReplyDelete